Labib Sang Barista Lulusan Pesantren: Racik Kopi dengan Filosofi “Kartel”

Sleman – Di sudut Lapangan Pemda Sleman, Syukron Labilul Fiqri (25 tahun) atau akrab disapa Labib, sibuk meracik kopi di balik sepeda motornya yang dipenuhi botol-botol bahan racikan. Pemuda asal Pandowoharjo ini telah tiga tahun menggeluti bisnis kopi keliling dengan brand Kartel Coffee.

“Kartel itu singkatan dari Karya Teladan,” jelas Labib sambil melayani pelanggan yang usai olahraga pagi. “Ini jadi pedoman saya, melayani sebaik mungkin hingga bisa jadi teladan,” tambahnya.

Labib mangkal di Lapangan Pemda setiap Jumat-Minggu pagi (05.30-10.00 WIB). Malam hari, ia berpindah ke Simpang Tiga Denggung (selepas Isya-03.00 WIB), kecuali Selasa malam yang ia jadikan hari libur.

Dengan bangga, Labib menegaskan bahwa kopinya menggunakan biji robusta Wonosobo dan arabika dari supplier local. Selain itu, ia juga melakukan penggilingan manual di lapangan dan elektrik di rumah. Dari hasil jualan tersebut, ia dapat menjual 50-100 cup pagi hari dan hingga 200 cup malam hari.

Sebagai santri yang kini menjadi rapper sekaligus barista, Labib membuktikan bahwa lulusan pesantren bisa sukses di dunia modern.

“Alhamdulillah, banyak pelanggan setia yang menemani obrolan malam,” ujarnya sambil tersenyum. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: