Lomba Wajah Padukuhan 2025, Ekspresi Tata Kelola Ruang Publik yang Sehat dan Nyaman

Sleman – Kapanewon Depok kembali melaksasankan kegiatan Lomba Wajah Padukuhan yang diikuti tiga kalurahan di Kapanewon Depok, yaitu Maguwoharjo, Condongcatur dan Caturtunggal. Penilaian dilakukan dengan kunjungan langsung selama tiga hari, dari tanggal 4 sampai dengan 6 Agustus 2025.

Tim juri inti Lomba Wajah Padukuhan terdiri dari Polsek Depok Barat, Depok Timur, Bulaksumur, Koramil 11 Depok, Puskesmas Depok 1, 2 dan 3, Koordinator PPL Pertanian Depok, TP.PKK Kapanewon Depok, Ketua Jejaring Sampah Tri Karya Mandiri, Ketua Paguyuban KWT Tri Satya Manunggal, Ketua Forkom UMKM Depok dan Koordinator Pendamping Desa.

 Sedangkan Tim pendampingnya ialah Panewu Depok, Panewu Anom, Kepala Jawatan, dan Tim Kapanewon Depok.

Panewu Depok, Djoko Muljanto menjelaskan bahwa lomba tersebut dimaksudkan untuk memotret perkembangan pembangunan fisik dan non fisik, yang dilengkapi bukti dukung dan terisi tertib saat penilaian di lapangan.

“Lomba Wajah Padukuhan Tahun 2025 dikuti oleh Kalurahan Maguwoharjo dengan perwakilan dari Padukuhan Setan dan Padukuhan Sambilegi Kidul, yang telah dilaksanakan penilaian pada Senin 4 Agustus 2025. Kalurahan Condongcatur diwakili Padukuhan Joho dan Kayen telah dialksanakan penilaian pada Selasa 5 Agustus 2025. Sedangkan Kalurahan Caturtunggal diwakili Padukuhan Ngentak telah dilaksanaklan penilaian dilapangan pada hari ini, Rabu 6 Agustus 2025,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan peran pemberdayaan masyarakat diberbagai elemen dan berkomitmen rasa handarbeni seorang dukuh terhadap dinamika di wilayahnya. Hal ini sangat berpengaruh pada kualitas hasil pembangunan dan pemberdayaan yang dilakukan.

Di mana, wajah padukuhan diekspresikan dalam wujud tata kelola ruang publik dan tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

“Gerakan masyarakat pada berbagai bidang sangat diperlukan guna mendukung wajah padukuhan yang tertata rapi, indah, sehat, bersih, aman, dan nyaman yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Djoko.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanerwon Depok, Isti Fajaroh, selaku Koordinator Tim Juri menjelaskan maksud dan tujuan Lomba Wajah Padukuhan ini, yaitu untuk evaluasi pembangunan fisik atau non fisik di tingkat padukuhan.

Lomba ini pun menjadi proses pembinaan kepada masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, kesehatan, keamanan dan administrasi lembaga atau kelompok masyarakat.

“Selanjutnya dari hasil Lomba Wajah Padukuhan ini adalah mendapatkan calon peserta evaluasi lingkungan hidup yang akan diajukan di tingkat kabupaten (evaluasi green and clean / evaluasi kebersihan dan keteduhan kota / kampung hijau / proklim),” jelas Isti.  

“Hasil Lomba Wajah Padukuhan ini akan diumumkan dan disampaikan pada saat Upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Pancasila Yonif 403 Kentungan pada tanggal 17 Agustus 2025,” ucapnya.

Lomba Wajah Padukuhan diharapkan dapat menjadi motivasi agar masing-masing padukuhan meningkatkan kinerjanya, dan menjadi salah satu percontohan bagi 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. (Wasana / KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: