Sleman – Seorang peternak bebek asal Kalurahan Sendangsari, Minggir bernama Darno, aktif mengurus 1000 bebek dewasa dan ratusan bibit remaja yang dipeliharanya. Ia sebelum berangkat ke kantor, ia menyempatkan diri mengecek apakah pakan dan air untuk ternaknya sudah cukup terpenuhi.
Ditemui di kandangnya, Kamis (6/11/2025), ia menunjukan tempat makan bebek dewasa miliknya.
“Setiap 100 ekor bebek hanya butuh 12 kg pakan pabrik dan itu cukup untuk satu hari sampai sore,” katanya.
“Asalkan tempat air selalu penuh, kran saya buka sedikit saja asal menetes. Tempat minum berada di luar kandang. Bebek yang akan minum akan menjulurkan lehernya keluar, air yang meluap dialirkan ke selokan dan mengairi sawah. Dengan cara demikian kandang tetap kering,” sambung Darno.
Ia menjelaskan, anak bebek dan bebek remaja mendapatkan perhatian khusus. “Sampai usia 35 hari makannya konsentrat. Melewati 35 hari mulai dilatih makan gabah,” ujarnya.
Bebek tersebut kemudian dinaikkan ke gerobak khusus, yang mampu membawa 300 ekor sekali angkut dan dilepaskan ke sawah atau sungai. Darno pun ketat menyeleksi anakan bebek tersebut.
Hal itu bertujuan agar mutu jualannya terjamin baik. Ia menjamin bebek yang telah divaksin produksinya berkualitas tinggi.
Selain menghasilkan telur, Darno juga menjual bibit dan bebek yang siap bertelur ke kecamatan lain di Sleman. Ia bahkan menampung bebek yang sudah tidak produktif, kemudian menjualnya kembali ke warung pecel lele dan rumah makan yang sudah menjadi pelanggannya.
“Ya lumayan buat kesibukan saya nanti, lima tahun lagi pensiun,” katanya sambil tersenyum. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel Sleman)


