Kapanewon Depok Gelar Evaluasi dan Brainstorming Pengelolaan Media Sosial 2026

Sleman – Panewu Depok, Djoko Muljanto menegaskan pentingnya penguatan peran media sosial pemerintah sebagai sarana komunikasi publik yang aktif, transparan, dan adaptif di era digital. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Evaluasi Media Sosial Kapanewon Depok serta Brainstorming Pengelolaan Media Sosial Tahun 2026, di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kapanewon Depok, Kamis (6/10/2025).

Dalam sambutannya, Djoko mengingatkan bahwa Kapanewon Depok telah mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Predikat Terbaik I dalam Evaluasi Kinerja Kapanewon Tingkat Kabupaten Sleman selama empat tahun berturut-turut (2021–2024). Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi, termasuk dalam pengelolaan media sosial yang efektif.

“Media sosial bukan hanya alat dokumentasi kinerja, tetapi juga sarana untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Djoko menekankan, media sosial Kapanewon Depok berfungsi untuk menyebarluaskan informasi kebijakan, langkah, dan program pemerintah kepada publik secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi wadah untuk memantau opini masyarakat serta menampung aspirasi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan.

Sekretaris Forum KIM Depok Raya, Athiful Khoiri turut memberikan pandangan. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan media sosial pemerintah yang adaptif terhadap perubahan perilaku digital masyarakat, khususnya Generasi Z.

“Media sosial pemerintah harus mampu berbicara dengan gaya yang dekat dengan publik muda, yaitu visual, interaktif, dan relevan dengan isu yang mereka pedulikan seperti lingkungan, sosial, dan lapangan kerja,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa media sosial memiliki manfaat besar bagi pemerintah, antara lain mempercepat penyebaran informasi, membangun interaksi dua arah, meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas publik.

Dengan pendekatan yang tepat, katanya, pemerintah dapat menjadikan media sosial sebagai kanal partisipatif yang menumbuhkan kepercayaan dan kedekatan antara warga dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kegiatan evaluasi dan brainstorming ini menjadi langkah strategis bagi Kapanewon Depok dalam merancang arah pengelolaan media sosial tahun 2026, sekaligus memperkokoh komitmen terhadap keterbukaan informasi dan pelayanan publik berbasis digital yang profesional, responsif, dan berkelanjutan. (Adi Yananta/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: