Sleman – Peluncuran kegiatan Sastrawan Masuk Sekolah (SMS) yang diprakarsai Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman, mendapat respon positif dari beberapa sekolah yang dikunjungi, salah satunya SMP Negeri 2 Sleman.
Pada kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/11/2025) di sekolah tersebut, Pasbuja Kawi Merapi menerjunkan sejumlah relawan, di antaranya Achyadi, SP Handayani, Sugiyanto, Sulistiyanto dan Oni Raharjo untuk menyampaikan materi geguritan.
Salah satu relawan Pasbuja, Achyadi menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menggali potensi anak dalam bidang Sastra Jawa.
“Mungkin selama ini ada yang beranggapan Sastra Jawa itu kuno dan sudah tidak layak. Untuk menangkal anggapan tersebut, dan menggugah kembali kecintaan anak terhadap Sastra Jawa maka Pasbuja Kawi Merapi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman membuat program SMS,” tuturnya.
Achyadi menambahkan bahwa program tersebut menyasar siswa SD dan SMP di Kabupaten Sleman. “Karena keterbatasan kami, maka untuk kali ini baru menyasar di 18 SD dan 7 SMP,” imbuhnya.
Selanjutnya Pasbuja Kawi Merapi, SP Handayani memaparkan materi geguritan. Ia mengupas bagaimana tata cara membuat geguritan.
“Untuk membuat geguritan hal yang pertama adalah menentukan ide atau gagasan. Gagasan itu mudah kita temukan dari apa yang kita rasakan, senang, susah, marah, kagum maupun rasa rindu, atau apa yang sedang kita lihat,” jelasnya.
“Setelah menentukan ide terus menentukan kata kunci, dari kata kunci kita kembangkan dalam kalimat yang sesuai dengan tema,” sambung Handayani.
Dalam menyampaikan kesan dan pesannya, Kepala SMP N 2 Sleman, Sihnarman mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pasbuja Kawi Merapi yang dengan suka rela memberikan bimbingan Sastra Jawa di sekolahnya.
Ia pun berharap agar bimbingan tersebut bukan hanya kali ini saja, tetapi ada kelanjutannya.
“Semoga kegiatan ini bukan yang pertama dan terakhir, kami sangat beeharap ada yang ke dua, ketiga dan seterusnya,” pintanya. (Giek / KIM Moyudan)


