Sleman – Program Sastrawan Masuk Sekolah (SMS) yang diprakarsai Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman terus berlanjut. Kali ini menyasar di SD Negeri 2 Banurejo, Tempel Sleman. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (19/11/2025).
Pada kesempatan tersebut Korwil Tempel, Norhayati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pasbuja Kawi Merapi yang dengan sukarela memberikan bimbingan tentang Sastra Jawa.
Ia menuturkan saat ini anak-anak merasa tidak familiar dengan Sastra Jawa bahkan dianggap sulit.
“Semoga dengan kegiatan ini bisa mengubah anggapan tersebut, apalagi Bahasa Jawa merupakan budaya yang sudi luhung dan menjadi ciri khas Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkapnya.
Kepala SD N 2 Banyurejo, Winar Hayanti dalam sambutannya juga menyampaikan hal yang senada dengan Korwil Tempel.
“Kami merasa bangga dan tersanjung dengan kegiatan ini, semoga bisa memberikan warna baru bagi SD kami. Semoga kegiatan ini bisa memberikan semangat baru bagi anak-anak untuk menuangkan buah pikirannya ke dalam Sastra Jawa,” pungkasnya.
Perwakilan Pasbuja Kawi Merapi, Achyadi menyampaikan bahwa sebagai bentuk kepedulian dalam nguri-nguri Sastra jawa, Pasbuja atas rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupten Sleman menyelenggarakan program SMS.
“Program ini bertujuan untuk memberikan pemaham tentang Sastra Jawa baik dalam bentuk geguritan, cerita cekak (cerkak), dan tembang Jawa,” jelas Achyadi.
Seorang Wartawan Kedaulatan Rakyat, Fadmi Sustiwi mengupas tuntas tentang materi cerkak. Ia mengungkapkan sebenarnya menulis cerkak hal yang mudah, yang dibutuhkan hanya keberanian.
“Jangan takut salah, karena salah masih bisa diperbaiki, tetapi kalau takut berkarya kita tidak bisa berkembang,” katanya.
Fadmi pun menguraikan tata cara membuat cerkak. “Dalam membuat cerkak caranya tentukan tema dan tujuan cerita, buat tokoh dan latarnya, susun kerangka alurnya,” Kata Fadmi.
Lebih lanjut, tema adalah ide pokok yang ingin diceritakan. Sedangkan tujuan merupakan amanat atau pesan yang ingin disampaikan. Selanjutnya tokoh (paraga) menciptakan tokoh yang berperan dalam cerkak.
“Tentukan karakter dan sifat tokoh tersebut dari tokoh yang kamu buat. Kemudian tentukan setting (latar) gambarkan tempat, waktu, dan suasana cerita berlangsun,” jelasnya.
“Selanjutnya tulis ke dalam Bahasa Jawa yang ringkes (ringkas), gancaran (gaya bebas), gampang dimangerteni (gampang dipahami, dan sesuaikan gaya bahasanya agar cerita lebih menarik dan mrnyentuh,” sambung Fadmi. (Giek/KIM Moyudan)


