Masuki 2026, FORKOM UMKM Ngaglik Perkuat Program Prioritas yang Realistis

Sleman — Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (FORKOM UMKM) Kapanewon Ngaglik mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis melalui rapat koordinasi untuk mematangkan arah kebijakan dan rencana kerja lintas bidang. Pertemuan penting ini dilangsungkan di Ops Room Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Senin (12/1/2026). Fokus utama organisasi tahun ini adalah menyusun program yang tidak hanya ambisius di atas kertas, tetapi benar-benar bisa dieksekusi di lapangan.

Panewu Ngaglik, Wawan Widiantara, dalam arahannya memberikan penekanan khusus pada efektivitas program. Ia mengingatkan para pengurus agar menyusun skala prioritas yang menyentuh kebutuhan mendasar para pelaku usaha. Menurutnya, kesuksesan organisasi tidak diukur dari banyaknya rencana, melainkan dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM di tingkat akar rumput.

“Program FORKOM UMKM harus disusun dengan skala prioritas yang jelas. Tidak perlu muluk-muluk, yang penting bisa dilaksanakan, dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM, dan berkelanjutan. Kita butuh langkah bertahap yang diawali dari pendataan akurat hingga pembukaan akses pasar dan permodalan. FORKOM harus menjadi jembatan yang kuat antara pengusaha, pemerintah, dan swasta,” ujar Wawan Widiantara di hadapan para pengurus.

Ketua II FORKAP Ngaglik, Wijangsokno, yang memimpin jalannya rapat segera merespons arahan tersebut dengan mengajak seluruh koordinator bidang untuk menyatukan komitmen. Ia menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk menyepakati program yang memungkinkan untuk dijalankan dengan sumber daya yang ada. Melalui kebersamaan, program sederhana sekalipun diyakini mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi lokal.

Dalam pemaparan program, Bidang Pengembangan Produksi mencanangkan kelas pemanfaatan limbah untuk mendorong praktik usaha ramah lingkungan serta peningkatan kualitas kemasan produk camilan. Selain itu, bidang ini juga mendorong kolaborasi UMKM untuk menangkap peluang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, Bidang Pengembangan Inovasi Usaha akan memfokuskan diri pada pelatihan kapasitas dan menjalin komunikasi intensif dengan toko oleh-oleh untuk memperluas jangkauan pasar.

Sektor humas, pembiayaan, dan kelembagaan juga memiliki target yang terukur. Bidang Humas akan mulai mendata keanggotaan melalui platform digital untuk keterbukaan informasi. Di sisi pembiayaan, organisasi berupaya menjajaki akses modal dengan bunga rendah melalui perbankan terpercaya. Sedangkan Bidang Kelembagaan akan memperkuat fondasi organisasi melalui penertiban administrasi serta penguatan kolaborasi dengan BPJS bagi para pelaku usaha agar memiliki jaminan perlindungan sosial.

Aspek pemasaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pilar pendukung lainnya. Bidang Pemasaran berencana menguatkan pemasaran digital dan bekerja sama dengan Sleman Mart. Secara khusus, Bidang SDM akan menyusun katalog produk UMKM secara tematik dan terstandar sebagai instrumen kolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Katalog ini tidak hanya memuat daftar produk, tetapi juga informasi kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan sebagai bahan negosiasi kerja sama yang profesional.

“Rapat ini menjadi forum untuk menyepakati program yang benar-benar prioritas dan memungkinkan untuk dijalankan. Dengan kebersamaan pengurus, program yang sederhana pun bisa memberi dampak nyata bagi UMKM. Kita ingin setiap pelaku usaha di Ngaglik memiliki data yang tercatat dengan baik agar pembinaan ke depan lebih terarah dan tepat sasaran,” tegas Wijangsokno menutup paparan rapat koordinasi tersebut. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: