Rakorpim Kapanewon Depok 2026, Perkuat Koordinasi dan Kesiapsiagaan Wilayah

Sleman – Kapanewon Depok menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Tahun 2026 di Gedung Sasana Anglocita Tama, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum resmi penyelarasan program lintas sektor untuk memperkuat perencanaan pembangunan wilayah, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Panewu Depok, Djoko Muljanto menyampaikan bahwa Rakorpim Tahun 2026 akan dilaksanakan dua bulan sekali dengan lokasi bergilir. Jadwal pelaksanaan ditetapkan pada Januari 2026 di Kapanewon Depok, Maret 2026 di Kalurahan Maguwoharjo, Mei 2026 di Kapanewon Depok, Juli 2026 di Kalurahan Condongcatur, September 2026 di Kapanewon Depok, dan November 2026 di Kalurahan Caturtunggal.

“Rakorpim adalah forum koordinasi rutin agar seluruh unsur pimpinan wilayah memiliki kesamaan arah, langkah, dan prioritas dalam menjalankan program pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Djoko menegaskan bahwa kesiapsiagaan penanggulangan bencana menjadi prioritas utama. Menurutnya, wilayah Kapanewon Depok memiliki kerawanan bencana yang perlu diantisipasi secara serius, mulai dari banjir di sungai, genangan di jalan umum dan permukiman, hingga potensi pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa lokasi.

“Kami selalu menekankan pentingnya antisipasi dan kesiapsiagaan. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sleman dan relawan kebencanaan harus berjalan aktif agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Djoko juga menyoroti posisi strategis Kapanewon Depok sebagai salah satu penyangga perekonomian Kabupaten Sleman sekaligus wilayah dengan keragaman sosial yang tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadikan Kapanewon Depok sebagai miniatur Indonesia yang memiliki dinamika dan persoalan kompleks.

“Oleh karena itu, diperlukan program dan kegiatan yang benar-benar bermanfaat, dikelola dengan baik, serta mampu menciptakan wilayah yang nyaman dan aman bagi seluruh warga,” katanya.

Lebih lanjut, Djoko menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang selama ini telah terbangun. Sinergi tersebut, menurutnya, harus terus diperkuat melalui langkah-langkah strategis agar Kapanewon Depok dapat berkembang lebih maju secara ekonomi dengan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kondusivitas wilayah adalah modal utama pembangunan. Tanpa keamanan dan ketertiban, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Djoko juga meminta aparat keamanan untuk menindaklanjuti secara tegas setiap laporan gangguan kamtibmas, termasuk pencurian, penipuan daring, penganiayaan, serta kejahatan jalanan pada malam hari.

“Saya minta setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan serius agar rasa aman benar-benar dirasakan oleh warga,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: