Sleman – Pengurus FORKOM UMKM Kabupaten Sleman menggelar rapat konsolidasi dan koordinasi pra pelantikan, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu 26/02/1026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari musyawarah Forkom UMKM Kabupaten Sleman yang telah menetapkan ketua umum terpilih beberapa waktu lalu, sekaligus menjadi bagian penting dari proses penataan kelembagaan menuju pelantikan dan pembukuan resmi organisasi.
Rapat konsolidasi tersebut bertujuan memastikan kesiapan struktur organisasi yang solid, memperkuat komitmen kolektif kepengurusan, serta menyelaraskan program kerja awal agar sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pemberdayaan UMKM.
Selain itu, forum ini dinilai krusial untuk menyatukan visi, menyamakan persepsi antar pengurus, serta mematangkan berbagai agenda program yang akan dijalankan pasca pelantikan.
Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman terpilih, Ardi Suhemi, menyampaikan bahwa rapat konsolidasi menjelang pelantikan memiliki arti strategis bagi kesiapan organisasi. Menurutnya, kesiapan tidak hanya dilihat dari kelengkapan struktur, tetapi juga dari kekompakan tim dan kesamaan arah gerak.
“Rapat ini memastikan seluruh pengurus siap bekerja, memahami visi organisasi, serta menyepakati fokus utama kerja FORKOM UMKM ke depan,” ujarnya.
Ardi menjelaskan, secara kelembagaan kepengurusan FORKOM UMKM Kabupaten Sleman mengalami sejumlah perubahan, di antaranya adalah pembaruan nomenklatur organisasi serta penataan ulang komposisi setiap bidang yang kini diisi oleh lima orang untuk memperkuat kerja kolektif.
Selain itu, struktur organisasi juga diperkuat dengan penambahan posisi Sekretaris Jenderal yang sebelumnya belum ada.
“Sekretaris Jenderal akan fokus pada urusan eksternal, terutama membangun koordinasi dan jejaring dengan berbagai pihak untuk mendukung kemajuan UMKM Sleman,” jelasnya.
Ardi juga menekankan pentingnya penguatan internal kepengurusan. Melalui rapat ini, pengurus berupaya mempererat hubungan antaranggota, agar terbentuk tim yang solid, saling mendukung, dan mampu bekerja efektif.
“Pengurus FORKOM UMKM harus siap menjadi relawan, fasilitator bagi anggota, memberi kemudahan dan membuka akses agar UMKM bisa tumbuh dan berkembang lebih besar. Prinsipnya, menghidupkan UMKM, bukan hidup dari UMKM,” tegasnya.
Dalam komposisi kepengurusan terbaru, FORKOM UMKM Kabupaten Sleman juga melibatkan berbagai unsur lintas latar belakang, mulai dari praktisi usaha, akademisi, hingga merangkul penyandang disabilitas. Keterlibatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif, memperkuat kapasitas organisasi, dan melahirkan program-program pemberdayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
“Saat ini FORKOM UMKM Kabupaten Sleman menjadi mitra strategis Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman dalam mendukung berbagai program penguatan UMKM. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM, baik dalam peningkatan kapasitas, pemasaran, maupun pengembangan jejaring usaha,” kata Ardi.
Lebih lanjut, rapat konsolidasi ini menjadi tindak lanjut atas semakin padatnya agenda kegiatan organisasi di bulan suci Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada periode ini, daya beli masyarakat termasuk belanja pegawai pemerintah daerah cenderung meningkat dan menjadi peluang strategis bagi UMKM lokal.
“Belanja pegawai Pemda telah diarahkan melalui surat edaran Bupati. Ini perlu ditindaklanjuti agar pelaksanaannya berjalan lancar dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi perputaran ekonomi UMKM di Sleman,” pungkas Ardi.
Melalui rapat konsolidasi dan koordinasi pra pelantikan ini, FORKOM UMKM Kabupaten Sleman menegaskan kesiapan organisasi untuk segera bekerja pasca pelantikan, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, serta mendorong UMKM Sleman agar semakin berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)


