Jelang Lebaran Idulfitri 1447 H, Puskesmas Seyegan Gelar Operasi Pasar di Pasar dan Toko Swalayan

Sleman – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kegiatan operasi pasar kembali digelar di wilayah Kapanewon Seyegan, Sleman, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini difasilitasi oleh Puskesmas Seyegan dengan melibatkan berbagai unsur, guna memastikan keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat.

Operasi pasar tersebut melibatkan sekitar 40 personel yang disebar di lima wilayah kalurahan di Kapanewon Seyegan. Tim terdiri dari unsur Kapanewon Seyegan seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Kawat Kemakmuran, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), pemerintah kalurahan melalui Ulu-ulu, Babinsa/Bhabinkamtibmas, serta petugas dari Puskesmas Seyegan.

Adapun sasaran kegiatan meliputi toko, swalayan, pasar tradisional hingga distributor parcel lebaran yang berada di wilayah Seyegan. Pengawasan dilakukan melalui inspeksi dan sidak guna memastikan produk yang dijual aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Panewu Seyegan, Agung Endarta menyampaikan bahwa tujuan utama operasi pasar ini adalah melindungi konsumen dari risiko kesehatan akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak layak, rusak, maupun telah melewati masa berlaku.

Menurutnya, meningkatnya permintaan kebutuhan pangan menjelang lebaran kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menjual produk yang sudah mendekati atau bahkan melewati masa kedaluwarsa.

“Operasi pasar ini bertujuan memberikan edukasi kepada pedagang. Sifatnya pembinaan, bukan penindakan,” ujar Agung.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Puskesmas Seyegan, Amalia Susanti, menjelaskan gambaran teknis pelaksanaan operasi pasar, termasuk penggunaan formulir monitoring yang akan diisi oleh tim selama kegiatan berlangsung.

Menurut Amalia, fokus pengawasan kali ini diarahkan pada produk yang banyak beredar menjelang lebaran, khususnya parcel lebaran yang kerap berisi produk dengan masa kedaluwarsa yang sudah dekat atau kemasan yang hampir rusak.

“Fokus sasaran operasi adalah parcel lebaran yang sering kali berisi produk dengan masa kedaluwarsa dekat atau kemasan yang hampir rusak,” jelasnya.

Selain parcel, tim juga memeriksa berbagai produk pangan olahan seperti makanan kaleng, kue kering, bahan makanan, dan minuman kemasan yang dijual di supermarket maupun minimarket.

Di pasar tradisional, pengawasan difokuskan pada bahan pangan segar seperti daging, ikan, dan sayuran. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesegaran produk serta memastikan tidak adanya bahan berbahaya seperti formalin atau boraks.

Amalia menambahkan, beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan produk meliputi tanggal kedaluwarsa, izin edar seperti PIRT atau BPOM, kondisi kemasan, serta kelengkapan label produk yang memuat informasi nutrisi, komposisi, dan keterangan halal.

Apabila ditemukan pelanggaran, tim operasi pasar akan mengumpulkan produk tersebut dan meminta pemilik toko untuk menghubungi pemasok atau distributor guna dilakukan pemusnahan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada pemilik usaha agar tidak melakukan praktik “cuci gudang” dengan menjual barang rusak atau kedaluwarsa menjelang Lebaran.

“Diharapkan dengan operasi pasar ini keamanan konsumen lebih terjamin ketika membeli produk yang aman dan layak konsumsi,” tandas Amalia.

Dari hasil pemeriksaan di beberapa titik pasar tradisional dan toko swalayan, tim masih menemukan sejumlah produk yang telah kedaluwarsa, kemasan rusak dan kotor, robek akibat gigitan tikus, hingga produk yang telah berjamur.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran pedagang semakin meningkat sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam memperoleh pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi menjelang Idulfitri. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: