DPRD Sleman Tegaskan Karang Taruna Sebagai Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sleman — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman memberikan penegasan mengenai posisi vital Karang Taruna dalam mendukung akselerasi pembangunan di tingkat wilayah. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Budi Sanyoto, menyatakan bahwa organisasi kepemudaan ini merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran kunci dalam mendorong partisipasi generasi muda yang inovatif dan produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Sanyoto dalam acara Pengukuhan Pengurus Karang Taruna dan Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kapanewon Depok masa bakti 2026–2031. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut diselenggarakan di Sasana Anglocita Tama, Kompleks Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (30/3/2026).

Budi menilai Karang Taruna memiliki karakteristik organisasi yang unik karena sifatnya yang adaptif, kreatif, dan mampu menghasilkan karya nyata yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki pemuda harus terus dipupuk dan diperkuat melalui dukungan penuh, baik dari unsur pemerintah maupun lapisan masyarakat luas.

“Karang Taruna merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan. Potensi besar yang dimiliki oleh para pemuda ini harus terus dikembangkan secara maksimal agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, khususnya di wilayah Kapanewon Depok ini,” ujar Budi Sanyoto di hadapan para pengurus yang baru dilantik.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya bagi para pengurus untuk membangun kepercayaan publik melalui program-program yang relevan dan menyentuh persoalan warga. Budi mengingatkan agar Karang Taruna Kapanewon Depok mampu mengemas setiap kegiatan secara terarah dan berkelanjutan guna menciptakan hubungan emosional yang kuat antara organisasi dan konstituennya di tingkat desa atau kelurahan.

“Kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui program yang nyata dan berdampak luas, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan dan menguatkan. Kita tidak ingin organisasi ini hanya sekadar nama, tetapi harus menjadi solusi bagi permasalahan sosial yang ada,” tegasnya.

Budi juga memberikan catatan khusus mengenai karakteristik wilayah Kapanewon Depok yang memiliki dinamika sosial sangat tinggi dan kompleksitas permasalahan yang beragam dibanding wilayah lain di Sleman. Kondisi sosiografis ini menuntut pengurus Karang Taruna untuk memiliki kemampuan sinergi lintas sektor dan berani berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Permasalahan di Depok cukup kompleks, mulai dari isu sosial hingga ekonomi, sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan. Beruntungnya, wilayah Depok memiliki keunggulan dengan adanya keterwakilan anggota legislatif yang kuat di berbagai tingkatan, mulai dari DPRD Kabupaten, DIY, hingga DPR RI, yang bisa menjadi kanal dukungan bagi program kepemudaan,” tambah Budi.

Menutup arahannya, Budi berharap Karang Taruna Kapanewon Depok periode 2026-2031 dapat memperkuat fungsinya sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Sinergi yang harmonis antara pemuda dan pemerintah diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan Kabupaten Sleman yang lebih maju dan sejahtera. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: