PMI Berbah Kembali Gelar Donor Darah, Libatkan Puluhan Relawan dan Pelajar

Sleman — Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Berbah bersama PMI Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan donor darah kedua pada tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026), di Gedung Serbaguna Kalurahan Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Ketua PMI Kapanewon Berbah, Dodit menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Hal ini mengacu pada anjuran medis terkait interval ideal donor darah.

“Kegiatan donor darah di Kapanewon Berbah rutin kami laksanakan tiga bulan sekali. Lokasinya juga bergantian di empat kalurahan agar bisa menjangkau lebih banyak relawan pendonor,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah bersama PMI Kabupaten Sleman, dalam penyediaan layanan darah gratis bagi masyarakat ber-KTP Sleman yang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit yang telah bekerja sama. Program tersebut dikenal dengan nama Ladamanis, yang telah berjalan sejak 1 Januari 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Dodit turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang secara sukarela mendonorkan darahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendonor yang telah rutin bersedekah darah untuk membantu sesama. Semoga menjadi amal dan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” ujarnya.

Kegiatan donor darah kali ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pegawai pemerintah, pamong kalurahan, TNI, Polri, hingga masyarakat umum di Kapanewon Berbah. Dari total 57 pendaftar, berhasil terkumpul 43 kantong darah.

Di samping itu, kegiatan ini juga melibatkan pelajar yang tergabung dalam Student Medical and Rescue Team (SMART) SMP Muhammadiyah 1 Berbah. Pembina SMART, Yulinda Linda Pratiwi yang akrab disapa Nita, mengaku senang siswanya dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

“Keterlibatan SMART dalam donor darah ini menjadi bagian dari pembelajaran sekaligus upaya menumbuhkan jiwa kerelawanan siswa sejak dini,” ungkapnya.

SMART sendiri merupakan kegiatan ekstrakurikuler di bidang kesehatan yang diikuti oleh siswa kelas 7 dan 8. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial yang akan terbawa hingga ke kehidupan bermasyarakat.

“Semoga jiwa relawan ini terus tumbuh dan melekat dalam diri siswa hingga dewasa nanti,” tutup Nita. (Kusnadi KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: