Sleman — Gedung Sasana Anglocitatama Kapanewon Depok menjadi arena adu strategi bagi 42 pecatur dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman pada Sabtu (11/4/2026). Pengurus Percasi Ranting Kapanewon Depok menggelar Turnamen Catur Terbuka Non-Master sebagai langkah nyata untuk menjaring bibit atlet potensial di tingkat daerah.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan fondasi penting untuk membentuk mentalitas juara sejak usia dini. Selain memupuk kecintaan pada seni catur, turnamen ini secara spesifik disiapkan untuk menyongsong agenda Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sleman yang akan segera digelar.
Ketua Percasi Kabupaten Sleman, Nurhadi Indrawijaya, menekankan bahwa keberanian tampil dalam turnamen resmi adalah kunci utama bagi pengembangan pemain junior. Ia berharap turnamen di tingkat kapanewon ini dapat memunculkan talenta-talenta baru yang siap memperkuat kontingen daerah.
“Menang atau kalah adalah hal biasa, namun membangun keberanian tampil di ajang turnamen adalah kunci bagi pemain yunior. Terlebih, pada Mei mendatang kita akan menghadapi even PORKAB. Turnamen di Kapanewon Depok ini menjadi sarana seleksi untuk menjaring atlet yang akan kami persiapkan secara matang menuju ajang tersebut. Saya berharap hasil hari ini menjadi pelecut semangat bagi para juara untuk terus mengasah diri,” ujar Nurhadi Indrawijaya saat memberikan sambutan.
Semangat kompetisi tersebut disambut baik oleh pemerintah setempat. Panewu Anom Depok, Heri Subagyo, menyampaikan bahwa ajang ini merupakan ruang silaturahmi sekaligus tempat belajar bagi para pegiat catur. Sebagai bentuk dukungan, pihak kapanewon membuka secara resmi kompetisi tersebut melalui langkah pertama secara simbolis pada papan catur.
Berdasarkan hasil pertandingan yang berlangsung ketat, kategori Juara Yunior khusus wilayah Depok berhasil dimenangkan oleh Raja Ferdinan Abraham sebagai Juara I, disusul oleh Deri Azka Alfatih di posisi kedua, dan Dzakiandra Ibrahim Alfatih di posisi ketiga.
Sementara itu, pada kategori Kelas Umum yang diikuti peserta lintas wilayah, Yudan dari Mlati keluar sebagai Juara I. Di posisi kedua kembali ditempati oleh Raja Ferdinand Abraham dari Depok, disusul Aundra Altafiano Ardhana dari Gamping di posisi ketiga, dan Endang Wahyudin dari Ngemplak di peringkat keempat. Peringkat lima hingga sepuluh juga diisi oleh para pecatur berbakat dari Godean, Tempel, hingga Ngaglik.
Kegiatan yang berlangsung lancar ini menandai kesiapan mental dan teknis para atlet catur Sleman sebelum terjun ke level kompetisi yang lebih tinggi pada bulan depan. Kehadiran bibit-bibit unggul ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan prestasi olahraga catur di Kabupaten Sleman. (Lidya Agustina/KIM Depok)


