Sleman – Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Mudarosatul Qur’an sekaligus silaturahmi pengurus di TPQ Maguwoharjo, Sleman pada Minggu (13/9/2026). Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini diselenggarakan untuk memperkuat komitmen pelestarian tradisi pembelajaran Al-Qur’an metode Yanbu’a di wilayah Kabupaten Sleman.
Acara yang menghimpun pengurus dan para guru Yanbu’a se-Kabupaten Sleman ini diisi dengan kegiatan mudarosah atau saling menyimak dan mempelajari bacaan Al-Qur’an. Selain meningkatkan keahlian teknis membaca Al-Qur’an, agenda ini ditujukan untuk membangun sinergi dan ukhuwah antar-pengajar keagamaan.
Ketua LMY Kabupaten Sleman, Mohammad Yazid, menegaskan bahwa kelembagaannya berupaya konsisten mengawal sanad dan tradisi mengaji berbasis metode khas asal Kudus, Jawa Tengah tersebut di tengah dinamika masyarakat.
“Di sini kita berusaha menjaga dan melestarikan tradisi mengaji ala Yanbu’a Kudus,” kata Mohammad Yazid.
Ia menambahkan bahwa LMY Sleman diproyeksikan tidak hanya sebagai wadah koordinasi struktural, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif untuk meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Antusiasme peserta tercermin dari tanggapan salah satu guru Yanbu’a yang hadir, Muhammad Zainudin Maskur. Ia mengapresiasi inisiasi pengurus LMY Kabupaten Sleman yang berhasil menyelenggarakan agenda kebersamaan tersebut untuk pertama kalinya.
“Ini merupakan kegiatan perdana dari Lajnah Muroqobah Yanbu’a Kabupaten Sleman. Diharapkan kegiatan ini bisa rutin dan berkesinambungan, serta menjadi wadah silaturahmi Yanbu’a di Sleman,” ujar Zainudin Maskur.
Melalui komitmen mudarosah dan jalinan silaturahmi yang erat, LMY Kabupaten Sleman berharap dapat terus memelihara ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas serta mencetak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an di Kabupaten Sleman. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)


