KHP UNY Perkuat Keprotokolan Insan Pendidikan

Sleman – Kantor Humas dan Protokol (KHP) Universitas Negeri Yogyakarta memperkuat pemahaman keprotokolan bagi insan pendidikan melalui kegiatan berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan kegiatan resmi, pelayanan, serta peran protokol dalam membangun citra lembaga di SMP Negeri 4 Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (23/9/2026).

Kepala KHP UNY, Basikin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari peran KHP UNY dalam berbagi pengalaman praktis mengenai kehumasan dan keprotokolan kepada lingkungan pendidikan.

Menurutnya, pemahaman keprotokolan perlu dibangun melalui pengalaman nyata agar peserta dapat menerapkannya dalam penyelenggaraan kegiatan kelembagaan.

“Kami hadir bukan sebagai dosen, tetapi sebagai tim dari Kantor Humas dan Protokol UNY yang berbagi pengalaman praktik kehumasan dan keprotokolan,” jelasnya.

Menurutnya, keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan tata pelaksanaan acara resmi, tetapi juga menjadi bagian dari cara lembaga memberikan pelayanan dan menampilkan profesionalitasnya. Pengelolaan kegiatan yang tertib, mulai dari penerimaan tamu hingga pelaksanaan acara, turut membentuk persepsi masyarakat terhadap sebuah institusi.

Kepala SMP Negeri 4 Depok, Slamet Riyadi, mengatakan bahwa keprotokolan memiliki hubungan erat dengan pelayanan lembaga pendidikan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik perlu didukung dengan pengelolaan kegiatan yang terencana dan sesuai tata kelola.

“Kepala sekolah sangat concern dengan pelayanan. Bagaimana sekolah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, itu akan terwadahi dalam sebuah yang namanya protokol,” ujarnya.

Riyadi menjelaskan, keprotokolan menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran kegiatan kelembagaan. Tata penerimaan tamu, pengaturan acara, hingga penghormatan dalam kegiatan resmi perlu dikelola dengan baik agar mencerminkan profesionalitas lembaga.

Dalam kegiatan tersebut, KHP UNY memberikan penguatan mengenai penerapan keprotokolan dalam berbagai kegiatan resmi, termasuk tata pelaksanaan upacara, pengaturan tempat, alur acara, serta pentingnya koordinasi antarunsur yang terlibat.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana protokol dapat menjadi bagian dari upaya menjaga citra dan marwah lembaga melalui pelayanan yang tertib, tegas, namun tetap humanis.

Kegiatan yang diikuti perwakilan guru dan tenaga kependidikan dari sejumlah sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi, evaluasi, dan penyusunan tindak lanjut.

Melalui kegiatan tersebut, KHP UNY berharap insan pendidikan semakin memahami peran strategis keprotokolan sebagai bagian dari pelayanan publik dan representasi lembaga, sehingga setiap kegiatan resmi dapat berlangsung lebih tertib, profesional, dan berkesan bagi masyarakat. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: