Sleman – Wereng cokelat seminggu terakhir ini menyerang tanaman padi di persawahan Bulak Kembang, Dusun Perengkembang, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping Sleman. Akibatnya, banyak tanaman padi jadi kering, petani pun merugi. Padahal, ada diantara padi tersebut sudah siap panen.
Atas serangan tersebut, warga petani didukung Dinas Pertanian Kabupaten Sleman melakukan penyemprotan massal, Sabtu (7/6) pagi. Penyemprotan ini akan terus dilakukan hingga tuntas untuk lahan seluas 40 hektar di kawasan itu. Kegiatan ini sedikitnya diikuti 30 petani. Insektisida yang digunakan adalah “neptune”, yakni racun yang hanya membunuh wereng cokelat sesuai anjuran pemerintah.
“Hama ini jika sudah terlanjur menyerang, tanaman padi langsung mati. Batang, daun menjadi kering berwarna kuning coklat bahkan seperti terbakar. Sedangkan padinya jadi kempes,” ujar Dukuh Perengkembang, Suhadi.
Lahan pertanian di kawasan Bulak Kembang, menurut Suhadi, jika tak diserang hama, bisa menghasilkan padi 8 hingga 10,6 ton per hektar. Serangan di kawasan itu sering terjadi pada musim-musim tanam padi. “Setelah gerakan massal ini, masing-masing petani akan melakukan penyemprotan sendiri secara rutin,” tambahnya.
Sementara itu dijelaskan Hermanto SP, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, bahwa hama yang menyerang di Bulak Kembang sudah merupakan generasi ketiga. Itu terlihat dari kondisi tanaman padi yang hangus. Kendati belum begitu parah, namun serangan tersebut harus segera diatasi. Alasannya, penularan hama wereng cokelat sangat cepat.
“Wereng cokelat ini menyerang dengan cara menghisap seluruh cairan yang ada di tanaman padi lewat batang. Mereka punya paruh yang tajam. Makanya, tanaman padi terlihat kering karena cairan habis. Biji padi pun menjadi bubuk meski padi itu sudah siap panen. Kerjanya sangat cepat,” jelas Hermanto.
Penyemprotan dengan insektisida merupakan langkah paling akhir. meski sebenarnya diakui Hermanto, bahwa pemberian racun hama itu tidak menyelesaikan masalah. Kepada para petani pun dianjurkan, segera memanen padi yang sudah masak. Kemudian, jeraminya tidak boleh dipindahkan, tetapi harus dibakar di tempat. Pembakaran jerami untuk mencegah penularan di lahan padi lainnya.


