Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman menawarkan empat lokasi “padusan” sambil berwisata di daerah setempat. Tradisi Padusan atau mandi menjelang bulan Ramadhan masih kental di sebagian masyarakat Jogja.Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Disbudpar Sleman, Wasita SS, MAP, di kantornya, Rabu (25/6), mengatakan Padusan merupakan tradisi dengan melakukan mandi di sebuah telaga, sumber mata air, atau sungai, untuk membersihkan diri lahir dan batin sebagai persiapan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
“Di Kabupaten Sleman setidaknya terdapat empat lokasi yang biasa digunakan untuk tradisi Padusan secara massal sambil berwisata,” katanya.
Keempat lokasi itu meliputi Umbul Pajangan di Wedomartani Kecamatan Ngemplak, Sendang Klangkapan di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan, Sendang Ngepas Lor di Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik dan Umbul Temanten di Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan.
Wasita mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya, di empat lokasi tersebut banyak diminati warga untuk melakukan tradisi Padusan. Bahkan yang datang tidak hanya masyarakat Sleman, namun juga dari Kabupaten/Kota di DIY, maupun dari luar daerah seperti Kabupaten Magelang, Klaten, dan Kabupaten Purworejo.
Wasita berharap menjelang Ramadhan tahun ini tradisi padusan di empat lokasi tersebut lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, diharapkan pihak pengelola lokasi padusan agar mempersiapkan dengan sebaik-baiknya menyangkut kebersihan, kerapian, keamanan maupun penyediaan jasa kuliner bagi pengunjung.


