Status Merapi Waspada, Warga Glagaharjo Tetap Beraktivitas

Cangkringan – Desa Glagaharjo berada di lereng Merapi dengan jarak kurang dari 6 km dari puncak gunung Merapi. Saat ini status Merapi berada di tingkat Waspada atau level 2. Meski demikian hal ini tidak menghalangi aktivitas warga.

“Masyarakat masih beraktivitas seperti biasa, dengan selalu bersikap siap siaga terhadap segala perubahan aktivitas Merapi,” ujar Suroto, Kepala Desa Glagaharjo saat menghadiri Syawalan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman bersama komunitas relawan di Lapangan Stiper, Dusun Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Sabtu (29/6/2019).

Suroto mengatakan sengaja memilih tempat acara Syawalan disini karena menurutnya tempat ini adalah lapangan yang berada di paling utara atau paling dekat dengan puncak Merapi. Kepala Desa Glagaharjo ini juga menyampaikan permohonan kepada pemerintah untuk menyamakan Desa Glagaharjo dengan daerah-daerah lain dalam hal pembangunan.

Syawalan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, muspika kecamatan Cangkringan, komunitas relawan seluruh Kabupaten Sleman, dan warga masyarakat sekitar.

Wakil Bupati Sleman, Sri muslimatun menyampaikn rasa senang bisa hadir di tempat ini, dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua relawan atas partisipasinya. “Harapannya  kepada semua relawan di kabupaten Sleman untuk terus bergerak dan terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Kita juga jangan bermusuhan dengan alam, karena alam perlu untuk dijadikan teman,” pungkas Sri Muslimatun.

Acara ini juga sekaligus menandai 8 tahun berdirinya Komunitas Siaga Merapi Desa Glagaharjo.  Komunitas ini adalah salah satu kumpulan relawan resmi yang ada di wilayah Sleman,  yang mempunyai peran penting berkenaan dengan kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Gunungapi Merapi. (KIM Cangkringan/Sumarno)

image_pdfimage_print
Bagikan: