Ngaglik – Pemerintah Desa Sardonoharjo terus berkomitmen dalam mengembangkan Desa Layak Anak. Bersama lintas sektor terkait, mereka mengevaluasi predikat desa layak anak di Kantor Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (11/7/2019). Evaluasi ini untuk mengukur sejauh mana desa Sardonoharjo konsen dalam mencapai predikat desa layak anak.
Menurut Ayik, Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Desa Sardonoharjo ada beberapa hal yang harus diperbaiki di Desa Sardonoharjo. “Kalau bicara anak khususnya di sini adalah, yang pasti ruang untuk anak bersuara dan berpartisipasi masih belum ada aksesnya,” ujarnya.
Ayik menambahkan Perlindungan terhadap anak dari kekerasan masih sangat minim, “Meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual atau bullying dan lainnya. Selain itu kepedulian kita akan terjaminnya hak anak belum sepenuhnya ada. Ruang bermain anak, atau ruang terbuka hijau tempat mereka mengisi hari-harinya semakin habis,” tegas Ayik.
Dari hasil evaluasi ini ada banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Desa Sardonoharjo dalam penanganan anak yang semakin kompleks. Di antaranya seperti hak pemberian ASI bagi bayi, kasus stunting, penggunaan gawai, seks bebas, anak merokok dan lain-lain.
“Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat khususnya orang dewasa dalam pembinaan anak. Apalagi daerah Sardonoharjo yang saat ini sudah menjadi kawasan semi perkotaan. Untuk itu pemerintah desa membentuk tim satuan tugas (satgas) PPA agar ke depannya kasus-kasus yang terjadi pada anak dapat kita cegah, karena menyelamatkan anak-anak adalah investasi lansia yg berkualitas,” pungkas Ayik. (KIM Sardonoharjo/Imam)


