Contoh Semangat Pahlawan Bela Negara

Kapten Inf. Kusno mewakili Danramil menyampaikan bahwa sesuai dengan pasal 27 dan 30 UUD 1945 bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam bela negara, terutama menghadapi bahaya dan ancaman laten dari paham komunis dan paham lain. 

“Sejarah mencatat berkali-kali khianat yang dilakukan oleh kaum komunis terhadap negara ini, peristiwa Madiun 1948, G30S/PKI adalah ancaman yang riil dan harus selalu diwaspadai kebangkitannya,” kata Kusno saat helatan Sarasehan Milad KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) 54, Minggu (30/9/19) malam.

Acara yang dihadiri sekitar 500 anggota KOKAM se-Sleman ini disampaikan Eko Suwardiyanto Ketua PDPM Sleman bertujuan untuk menggairahkan kembali semangat KOKAM Sleman. “Dengan bingkai acara yang besar di samping juga dilakukan kajian-kajian rutin secara berkeliling di 17 cabang yang ada di Sleman sehingga ghiroh berorganisasi dan keislaman akan senantiasa terjaga,” ujarnya.

Sarasehan kali ini menghadirkan narasumber H. Harjaka, S.Pd., S.Ag, MA  Ketua PDM Sleman, Iwan Setiawan, Sekjen Nasional KOKAM, dan Kapten Inf. Kusno ,Danramil Gamping mewakili Dandim.

Iwan Setiawan, Sekretaris Jendral KOKAM Nasional dalam paparannya yang menggugah memori dan semangat peserta. Dikatakannya, Jendral Sudirman yang notabene juga merupakan tokoh Muhammadiyah yang pada usia yang sangat muda 30 tahun menjadi Panglima Besar TNI pada perang kemerdekaan karena jiwa kepemimpinan dan akhlak yang kuat.

“Hal itu tidak lain adalah berkat didikan dasar yang diperoleh selama menjadi anggota pandu HW Hisbul Wathan dan didikan selama menjadi Guru di Muhammadiyah Banyumas yang dilanjutkan dengan PETA,” jelas Iwan.

Dilanjutkannya, kelahiran KOKAM adalah panggilan sejarah terjadinya pengkhianatan G30S/PKI. “Letkol HS. Prodjokusumo Bapak Pendiri Muhammadiyah adalah seorang militer aktif yang juga menjadi Ketua PWM Jakarta pada 1 Oktober 1965,  untuk menanggulangi bahaya laten komunis yang mengancam umat islam dan bangsa Indonesia. Semangat itu harus senantiasa dijaga dan digelorakan oleh semua anggota KOKAM untuk senantiasa beramar makruf nahi munkar,” tegas Iwan. (Arief H)

image_pdfimage_print
Bagikan: