Membangun Mental Spiritual dengan Praktik Pengabdian Masyarakat

Ngaglik – Keberhasilan pembangunan suatu negara bukan  saja ditentukan oleh pembangunan fisik semata tetapi juga pembangunan mental spiritual. Upaya membangun mental spiritual ini salah satunya dilakukan Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran dengan menerjunkan mahasiswanya untuk mengabdi di tengah masyarakat dalam kegiatan bernama Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM).

Tahun ini, sekolah tinggi yang beralamat di Kabupaten Sleman ini menerjunkan mahasiswanya di Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. “Pada tahun 2019 ini penyelenggaraan PPM adalah yang kelima kalinya, dengan harapan para mahasiswa mampu menjadi motor penggerak kegiatan sosial keagamaan sekaligus mengabdi di  tengah-tengah masyarakat,” tutur Heri Supriyanto, koordinator PPM di Padukuhan Suruh, salah satu lokasi PPM, Jumat (3/10/2019).

PPM yang diterjunkan di desa Donoharjo terdiri dari 3 kelompok yang ditempatkan di Padukuhan Brengosan, Kayunan, dan Suruh. Mahasiwa yang terjun ke masyarakat ini berasal dari lintas program studi semisal Pendidikan Bahasa Arab, Ilmu Alquran dan Tafsir, Ilmu Tasawuf, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Komunikasi Penyiaran Islam.

Program yang dilaksanakan selama 40 hari ini diisi dengan berbagai macam kegiatan diantaranya mujahadah rutin Rattib Al Haddad setiap hari Selasa, senam pagi di hari Minggu, pengetahuan fiqih wanita, majelis Yasin, kesenian hadrah, pembaharuan sistem TPA/Taman pendidikan Alquran baik mengenai kurikulum, kepengurusan beserta program kegiatannya, kajian parenting Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Islam, serta wisata religi dengan mengunjungi makam wali ke Semarang, Demak dan Kudus.

“Pelaksanaan PPM tidak terlepas dari visi keilmuan khodimul ilmi yang mewajibkan menuntut ilmu dimanapun dan kapan pun dan visi khodimul umat yang mengharuskan manusia menjaga keutuhan dan kebersamaan. Dengan kata lain selain ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah, mahasiswa dituntut untuk berperan aktif membangun, mengarahkan, membimbing, dan membina rohani umat untuk mencapai kemajuan agar masyarakat menjadi damai, tentram dan semakin takwa kepada Allah SWT,” papar Heri Supriyanto.

Suharti, salah seorang warga Padukuhan Suruh mengaku masyarakat telah merasakan manfaat dengan adanya PPM. “Kami bisa menambah ilmu, pengetahuan, dan wawasan tentang agama Islam, mempererat silaturahim antar warga, selain itu anak anak menjadi lebih pandai dalam membaca dan menghafal Alquran,” aku Suharti. (KIM Ngaglik/Upik Wahyuni)

image_pdfimage_print
Bagikan: