Pentingnya Literasi Keuangan dalam Keluarga

Ngaglik – Himpunan Mahasiswa (Hima) Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sukoharjo dan Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas (GSC) melaksanakan aksi untuk negeri di Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (5/10/2019).

Aksi untuk negeri ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan keilmuan program studi akuntansi untuk masyarakat sehingga bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Hima Akuntansi UNY adalah talkshow dengan topik Literasi Keuangan yang membicarakan pengelolaan keuangan di dalam keluarga dengan narasumber Dr. Ratna Candrasari, SE., M.SI., Ak sebagai Dosen Akuntansi UNY. Ratna menyampaikan bahwa keuangan itu pada dasarnya cukup untuk hidup tetapi tidak cukup jika untuk menuruti gaya hidup manusia.

“Semakin tinggi pemasukan maka tingkat pengeluaran yang akan dikeluarkan akan semakin banyak pula, hal ini karena pada dasarnya sifat manusia adalah bentuk suatu keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” ulas Ratna.

Dipaparkan Ratna, pengendalian diri dalam memanajamen keuangan bisa dimulai sejak anak usia dini yaitu 3-7 tahun. Pada umur tersebut anak bisa diajarkan bagaimana cara untuk menekan keinginan sepintas yang ada di dalam dirinya. Jika pada masa emas tersebut anak dapat dididik secara baik maka pengelolaan di masa dewasanya akan baik pula. 

Faktor lain yang dapat menjadikan masayarakat boros dalam manajemen keuangan adalah pada pembiayaan yang boros kecil, maksudnya disini adalah pengeluaran kecil-kecil yang tidak terlalu dibutuhkan sehingga menjadikan pengeluaran menjadi banyak. Untuk meningkatkan perekonomian, masyarakat dapat beinvestasi mulai saat ini untuk bekal di masa depan. Dengan berinvestasi maka masyarakat secara tidak langsung dapat menabung untuk persiapan kebutuhan di masa yang akan datang seperti halnya investasi emas, menabung sedikit demi sedikit, serta mengurangi pinjaman yang sekiranya tidak terlalu mendesak.

Perencanaan keuangan keluarga merupakan suatu pengelolaan keuangan oleh keluarga untuk mencapai tujuan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Dengan merencanakan keuangan di keluarga maka, setiap keluarga dapat menahan suatu keinginan yang tidak terlalu penting dengan memilih suatu kebutuhan yang benar-benar sangat dibutuhkan,” tambah Ratna.

Dengan adanya literasi keuangan harapannya adalah masyarakat akan semakin cerdas dalam memanajemen keungan keluarga, hal ini merupakan kunci keluarga di Indonesia sehingga masyarakat siap untuk menghadapi goncangan krisis ekonomi, tahan terhadap gempuran gaya hidup konsumtif karena liberalisasi perdagangan, serta serta siap menghadapi godaan utang dan riba. (KIM Sukoharjo/Nur)

image_pdfimage_print
Bagikan: