Tak Hanya Manusia, Hewan dan Satwa pun Terdampak Pandemi Covid-19

Tak banyak yang ingin dan mau berkecimpung di dunia kesejahteraan satwa. Selain dianggap hal remeh, masih banyak masyarakat mengesampingkan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis dan selaras dengan satwa di sekitar.

Mereka juga beranggapan bahwa keberadaan satwa bukan prioritas, walaupun sama-sama menjadi penghuni di muka bumi ini.

Hal inilah yang menjadi titik awal terbentuknya Animal Friends Jogja (AFJ), sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kesejahteraan satwa. Sebelum berdiri, para relawan kemanusiaan ini berkonsultasi dengan organisasi yang telah ada yaitu Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang dikelola oleh artis Melanie Subono. Berdiri sejak tahun 2009 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2019, AFJ memiliki berbagai kegiatan untuk melindungi satwa seperti program steril kucing dan anjing serta street feeding atau memberikan makan pada hewan jalanan.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap sebulan sekali ini bertujuan untuk mengendalikan ledakan populasi anjing dan kucing jalanan.

“Awal mula terjadinya penelantaran adalah populasi yang berlebihan,” terang Angelina Pane atau yang lebih akrab disapa Ina selaku salah satu pendiri AFJ yang ditemui pada Kamis (12/11/2020).

Hal itulah yang memacu relawan di AFJ untuk menggalang dana agar program steril bersubsidi ini berjalan.

Bekerja sama dengan Klinik Hewan Jogja yang beralamatkan di Jalan Pamularsih No. 55 Klaseman Condongcatur Depok Sleman, dana yang terkumpul dari para donatur digunakan untuk membiayai pengobatan dan jasa dokter hewan.

Namun, adanya pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada kegiatan di AFJ. Perekonomian yang kian sulit menyebabkan turunnya donasi dari masyarakat dan donatur. Sebelum pandemi, AFJ mampu melaksanakan steril bersubsidi sebanyak 20 ekor kucing/bulan. Saat ini, mereka hanya mampu membiayai 4 ekor kucing/bulan.

Industri kuliner yang biasanya menjadi tempat bergantung para kucing jalanan mengais sisa makanan, mengalami penurunan penjualan dan tak banyak makanan sisa tersedia bagi mereka. Hal ini menyebabkan banyak kucing jalanan kelaparan dan penelantaran. Tercatat terjadi kenaikan 67% pada kasus penelantaran kucing dan anjing di Yogyakarta.

Relawan AFJ bekerja sama dengan komunitas Peduli Kucing Pasar Jogja melaksanakan program street feeding secara ekstra demi menekan angka tersebut.

“Kami berharap pemerintah dan dinas pertanian dapat membantu program steril bersubsidi ini, agar populasi kucing dan anjing jalanan dapat dikendalikan,” jelas Ina. (Lena Lailasari/KIM Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: