Sleman – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kayumanis berhasil meraih predikat sebagai lembaga yang memiliki strategi lembaga terbaik dalam hal bidang kemitraan, pemasaran, dan pengembangan SDM di Kabupaten Sleman. Hal itu ditandai dengan penghargaan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pada Selasa (24/8/2021) di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.
Penghargaan yang diperoleh ini sekaligus melengkapi prestasi LKP Kayumanis yang sebelumnya sempat menjadi juara 2 lomba Instruktur Tataboga Tingkat Kabupaten Sleman pada Mei 2021 lalu.
“Dengan prestasi ini diharapkan bisa lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk pendidikan non formal dibidang kuliner. Semoga kedepan dapat lebih memberikan pelayanan yang lebih baik dalam memberikan pelatihan ketrampilan bagi warga masyarakat,” ujar Anton Sudarto, Kepala LKP Kayumanis saat menerima penghargaan dari Disdik Sleman.
LKP Kayumanis sendiri merupakan salah satu lembaga pelatihan kursus bidang tata boga yang berlokasi di Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Seman. Program pelatihan dari LKP Kayumanis terdiri dari kelas privat, pelatihan singkat, dan pelatihan kuliner yang bekerja sama dengan berbagai mitra mulai dari sekolah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta lembaga dan instansi pemerintah.
Program yang diberikan tersebut mencakup pengetahuan tentang kuliner, proses produksi, manajemen usaha, inovasi produk, jejaring usaha, pemasaran dan menumbuhkan wirausaha baru bidang kuliner sehingga dapat membantu pemerintah menurunkan angka pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan baru.
Selain itu, pada pandemi COVID-19 ini, LKP Kayumanis bekerja sama dengan beberapa lembaga seperti Kebun Buah dan Eduwisata Bendosari, OPD Kabupaten Sleman dan DIY, Perguruan Tinggi, serta beberapa lembaga dan instansi lainnya, juga berusaha membantu masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan tata boga dan kuliner.
Prestasi yang diraih oleh LKP Kayumanis ini juga mendapatkan apresiasi dari pengusaha kuliner Sempe Arum Manis, Ardi Sahami. Ia menggarisbawahi bahwa industri kuliner yang saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga memiliki peluang usaha yang menjanjikan.
Dalam mengelolanya, lanjut Ardi, membutuhkan strategi kemitraan yang terencana serta SDM yang kompeten.
“Kebutuhan industri makanan diantaranya adalah tenaga pengolah yang kompeten, mengolah bahan mentah menjadi sajian seni yang menarik. Tenaga pengolah makanan ini tentunya harus memiliki skill dan kompetensi yang handal untuk menjalankan tugasnya,” tambah Ardi. (Harjito/KIM Moyudan)


