Cangkringan – Pemerintah Kalurahan Argomulyo menggelar Pelatihan Ecoprint di Pendopok Bowik, Padukuhan Jiwan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, selama dua hari yaitu pada Rabu (22/9/2021) dan Kamis (23/9/2021). Pelatihan diikuti oleh anggota Karang Taruna Manggala Laga dan PKK Padukuhan Jiwan.
Haryadi, Kamituwo Argomulyo menuturkan, pelatihan ini terselenggara dengan memanfaatkan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat, bekerja sama dengan Pendamping Desa Budaya.
“Saya berharap semua peserta yang berjumlah 30 orang ini mampu membuat batik dengan teknik Ecoprint, serta dapat mendukung Kalurahan Argomulyo untuk menjadi Desa Mandiri Budaya,” ujar Haryadi.
Pelatihan sendiri mendatangkan langsung Hastin Sholikhah, seorang Desainer Batik yang memanfaatkan teknik Ecoprint. Dalam pemaparannya, Hastin menjelaskan bahwa Ecoprint adalah sebuah teknik pengolahan kain menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, kulit kayu, dan batang untuk membuat sebuah motif.
Bahan alami tersebut diproses dengan cara contact printing (diproses dengan media tertentu) dan dipanaskan (dikukus atau direbus) dalam durasi tertentu untuk mengeluarkan zat warna yang akan tercetak di media.
“Media yang digunakan bisa berupa kain, kertas, kulit, maupun permukaan yang memungkinkan lainnya,” ujar Hastin.
Teknik Ecoprint sendiri pertama kali dikembangkan oleh seorang seniman Australia bernama India Flint. “Ia (India Flint) kemudian membuat buku, yang kemudian disebarluaskan dan dipelajari oleh seniman dari berbagai negara, hingga sampai ke Indonesia tahun 2015,” terang wanita lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.
Hastin mengatakan, di Indonesia sendiri pengetahuan tentang Ecoprint berkembang menyesuaikan iklim, vegetasi, corak, dan kombinasi warna khas Indonesia. Sehingga, teknik tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah gaya tersendiri.
Pada kesempatan tersebut Hastin juga mempraktikkan langsung bagaimana cara penerapan Ecoprint dengan teknik steaming, yang diawali dengan pengenalan bahan yang akan digunakan, dan praktik tata cara penggunaan Ecoprint.
“Teknik Ecoprint tidak hanya steaming, akan tetapi juga bisa dengan teknik pounding (pemukulan) untuk mengeluarkan warna. Semua bahan yang digunakan juga sangat ramah lingkungan karena alami,” tambah Hastin. (Mujiyanta/KIM Cangkringan)


