SD Tinom Dinilai Tim Lomba Sekolah Sehat DIY

2010 SLEMAN LOMBA SEKOLAHSleman – Ketua Tim Lomba Sekolah Sehat DIY, Drs Wahyono MA, bersama tim dari Instansi teknis DIY mengadakan Penilaian ke SD Tinom Sidoarum Godean, Senin (20/10). Rombongan diterima Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS Mhum, bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH, CamatGodean beserta jajaran dari Kabupaten dan sekolah. Tim juga melaksanakan penilaian di TK Budi Utama Mlati, SMPN2 Kalasan, dan SMK Nasional Berbah.

Wakil Bupati Sleman, Yuni menyampaikan lomba sekolah sehat yang diselenggarakan secara periodik ini, memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan lingkungan dari sekolah yang ada di wilayah DIY, mengetahui perilaku kesehatan lingkungan dari siswa sekolah, memberikan motivasi serta memberikan bimbingan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak didik serta untuk memotivasi pihak sekolah agar lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak lain dalam pembinaan dan pengembangan kesehatan sekolah, selain itu kegiatan ini juga untuk memberikan motivasi dan sekaligus penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masing – masing penyelenggara pendidikan.

UKS adalah kegiatan yang sangat strategis untuk di kuatkan dan di kembangkan, karena UKS dapat menumbuh kembangkan anak-anak agar bertumbuh dengan baikKebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar para siswa. Namun demikian jangan sampai lomba sekolah sehat ini hanya memacu sekolah untuk tampil pada saat penilaian saja namun harus menjadi budaya sehari – hari dalam menjaga kebersihahan dan kesehatan lingkungan sekolah.

“Lomba ini tidak saja bermanfaat bagi sekolah yang dipilih, namun juga bagi sekolah – sekolah lain di Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan salah satu tempat yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup sehingga para guru, karyawan dan  murid dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Yuni.

Sekolah sehat lanjutnya adalah sekolah yang berhasil membantu siswa untuk berprestasi secara maksimal dengan mengedepankan aspek kesehatan, definisi lainnya adalah sekolah yang bersih, hijau, indah, dan rindang, peserta didiknya sehat serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah sebagai tempat belajar tidak saja perlu memiliki lingkungan bersih dan sehat.

Tapi juga diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik. Lingkungan sekolah sehat tentu akan mendukung mencapai tujuan pendidikan. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, diperlukan niat dan upaya konkrit dalam menerapkan pola hidup sehat, baik di rumah maupun di sekolah. Guru, karyawan maupun murid di sekolah, dituntut untuk bisa menciptakan dan menjaga sekolah yang memiliki lingkungan dan sanitasi bersih, sehat, nyaman serta rindang dengan pepohonannya.

“Di sekolah, guru adalah ujung tombak pelaksanaan sekolahsehat, karena guru berinteraksi langsung dengan siswa. Kami berharap agar Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat dapat melaksanakan tugas dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Sedamg Kepala Sekolah SD Tinom menyampaikan sekolahnya dalam menerapkan program sekolah sehat berwawasan lingkungan setiap pagi siswa menyanyikan laku cuci tangan dengan sabun dan menyiapka  26 wastafel disekolah lengkap dengan sabun dan handuk. Lingkungan sekolah juga sejuk dengan tanaman perindang serta taman, TOGA dan kolam ikan.

Dalam menjaga kebersihan lingkungan tiap hari Jumat melakukan kegiatan Jumat bersih dan bagi siswa yang berolahraga juga diwajibkan kerja bakti dilingkungan sekolah. Sekolah juga melakukan pengelolaan sampah yakni untuk sampah organik dijadikan kompos dan sampah non organik yang masih bisa dimanfaatkan dibuat kerajinan oleh anak-anak, sementara yang sudah tidak bisa dimanfaatkan kerjasama dengan masyarakat lingkungan sekolah.

image_pdfimage_print
Bagikan: