Sleman – Memasuki pertengahan semester kedua di tahun 2014, angka Demam Berdarah (DB) di Kecamatan Berbah mencapai 55 kasus. Jumlah ini turun dibandingkan tahun lalu dengan 80 kasus. Meski turun, namun jumlah kasus DB sudah melebihi batas toleransi, yakni 25 kasus per 50 ribu penduduk.
Guna mengantisipasi bertambahkan kasus DB, Pemerintah Kecamatan  Berbah bekerjasama dengan Puskesmas Berbah mengadakan Gerakan Gotong Royong dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gentong Banyu). Daerah yang menjadi sasaran pertama kegiatan tersebut, di Dusun Jlatren Desa Jogotirto.
Dipilihnya lokasi tersebut karena ternyata dalam dua bulan terakhir, ada 10 warga yang tergigit nyamuk aedes aegyti tersebut.
“Penyemprotan pertama telah kita lakukan, Jumat (17/10) lalu. Penyemprotan kedua rencananya Jumat pekan ini. Dalam kegiatan Gentong Banyu ini kita juga mengajak aparat baik dari polsek maupun koramil untuk bersama-sama bergotong royong melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” kata Camat Berbah Tina Hastani, Selasa (21/10).
Menurut Tina, sudah melebihinya batas toleransi kasus DB di Kecamatan Berbah, membuat warga harus terus meningkatkan PSN. Apalagi berdasarkan pemantauan jentik-jentik nyamuk yang berlangsung di Dusun Jlatren, menunjukkan jika angka jentik di lokasi tersebut cukup tinggi. Harusnya angka bebas jentik, yakni 90 persen. Namun di Kecamatan Berbah baru 85 persennya.
“Kondisi ini menunjukkan jika kegiatan PSN harus terus ditingkatkan. Dalam kegiatan Gentong Banyu ini kita juga melibatkan masyarakat setempat. Tujuannya agar mereka dapat melihat secara langsung hasil evaluasi kita dalam pemantauan jentik, sehingga mereka jadi mengerti apa yang harus dilakukan,” jelas Tina.


