Kalurahan Margomulyo Gelar Pembinaan Satgas COVID-19

Pemerintah Kalurahan Margomulyo mengadakan pembinaan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 di Gedung Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Senin (27/12/2021). Pembinaan yang menghadirkan langsung narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman ini dihadiri oleh Panewu Seyegan, Lurah Margomulyo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPKal, Satgas COVID-19, dan para relawan.

Eko Puji Mulyanto, Lurah yang juga merupakan Ketua Satgas COVID-19 Margomulyo menyampaikan bahwa pandemi belum berakhir, sehingga ia berharap kerja sama dan koordinasi satgas Margomulyo dari padukuhan terus terjalin sampai Kalurahan.

“Sehingga tetap dapat memberikan informasi yang akurat dan tidak meresahkan masyarakat,” ujar Eko.

Eko menambahkan bahwa Kalurahan Margomulyo tetap berkomitmen dalam penanggulangan COVID-19, dengan berpijak pada Keppres no. 104/2021 yang menyatakan bahwa Anggaran Kalurahan 68% dialokasikan untuk penanganan COVID-19.

Yakti Yudanto, Panewu sekaligus Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kapanewon Seyegan dalam pengarahannya menyampaikan bahwa sesuai instruksi Bupati Sleman no. 38/2021 bahwa proses penanganan COVID-19 sampai dengan rencana kegiatannya, titik beratnya berada di Kalurahan.

“Ada 4 hal yang tertuang dalam Instruksi Bupati Sleman tersebut yaitu, Pembinaan di mana Satgas COVID-19 harus turun ke bawah. Kedua adalah penanganan, yaitu langkah SOP penanganan kasus positif dijalankan dengan baik. Ketiga adalah pendukung, yaitu keberadaan program pemerintah yang siap didukung, dan yang terakhir adalah pengedukasian, yaitu bantuan dari satgas dalam mengedukasi masyarakat dan capaian vaksinasi,” jelas Yakti.

Yakti menambahkan untuk meningkatkan capaian vaksin di Seyegan, kapanewon bekerja sama dengan pihak puskesmas mengadakan ‘sisir vaksin’ bagi masyarakat yang belum divaksin. Sebagai informasi bahwa di Kapanewon Seyegan tinggal kalurahan Margomulyo dan Kalurahan Margoagung, yang belum mengakan sisir vaksin. Sampai dengan saat ini capaian vaksinasi Kapanewon Seyegan sebesar 95 % untuk dosis I dan 90 % untuk dosis II.

“Kegiatan sisir vaksin ini mengandung maksud untuk menyisir masyarakat yang belum tervaksin sehingga dapat menaikkan capaian vaksinasi, yang mana bila mencapai lebih dari 95 % maka status akan diturunkan menjadi level 1 & 2 dengan implikasinya adalah pembelajaran tatap muka,” ungkap Yakti.

Dibagian akhir Yakti juga menyampaikan bahwa pada tanggal 4 Januari 2022 akan dilaksanakan vaksinasi anak usia 6 -11 tahun yang dilaksanakan di Sekolah. “Untuk launching vaksinasi akan di laksanakan di SD Susukan Margokaton,” tambah Yakti.

Sementara itu, Punadi, dari BPBD Kabupaten Sleman selaku pembina Tim Penanganan COVID-19 menyampaikan materi berkaitan dengan ketugasan Satgas COVID-19, terutama mengenai edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.

Ia mengingatkan untuk tidak lengah dan tetap prokes serta mengurangi mobilisasi walaupun sudah melakukan vaksin. Lebih jauh, Punadi menjabarkan tentang tugas posko dekontaminasi berkaitan dengan pemulasaran jenazah. “Harapannya satgas covid kalurahan membantu juga dalam pemulasran jenazah, seperti halnya terjadi pada bulan Juli 2021 yang terjadi puncak COVID-19 yang mengakibatkan lebih dari 1000 kematian,” jelas Punadi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: