Masyarakat Sleman Harus Tanggap Bencana

DSC_2414Sleman – Berkaca dari pengalaman bencana yang terjadi di tahun – tahun kemaren, semua elemen masyarakat di Kabupaten Sleman mengerti dan memahami bagaimana menanggulangi bencana dan menjadi tangguh dalam mitigasi dan penanganan bencana.

Selain bencana gempa bumi dan erupsi gunung Merapi yang masih mengancam, Sleman sebagai daerah rawan bencana juga harus mewaspadai ancaman bencana yang tanah longsor, dan banjir lahar dingin  yang terjadi di musim penghujan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika menghadiri  Apel Siaga Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman di Halaman Kecamatan Pakem, kemarin.

Lebih lanjut disampaikan Sri Purnomo bahwa sesuai dengan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana. Paradigma penanggulangan bencana, tidak lagi di titik beratkan pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana, yang menuntut adanya kesiapsiagaan masyarakat.

Sri Purnomo juga berharap melalui apel siaga musim penghujan ini upaya mitigasi bencana harus dioptimalkan bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga secara periodik dilakukan seperti halnya simulasi bencana. “Untuk merubah paradigma penanggulangan bencana yang hanya berorientasi pada penanggulangan kedaruratan bencana, perlu juga berorientasi pada mitigasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang terkonsentrasi pada pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Di sinilah peran PMI diperlukan,” kata Sri Purnomo. Menurut Sri Purnomon kKberadaan PMI menjadi tulang punggung dalam penanggulangan bencana, oleh sebab itu kesiapsiagaan anggota PMI perlu dilakukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana.

Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana, Kabupaten Sleman sangat membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat termasuk PMI dalam menentukan keberhasilan dan bahkan kegagalan dari suatu operasi penyelamatan (search and rescue), pengerahan bantuan penanganan serta penanggulangan terhadap kejadian musibah/bencana.

Pada kesempatan tersebut bupati menghimbau kepada keluarga besar PMI serta masyarakat dengan Apel Siaga PMI ini, Sleman dapat lebih optimal untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah mewujudkan community preparedness atau kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di musim penghujan ini.

Apel diikuti beberapa unsur seperti PMI Sleman, Relawan Tril, juga dari Polres Sleman dan beberapa kumunitas relawan. Pada kesempatan tersebut diserahkan pula bantuan berupa gergaji mesin/senso, jas hujan, sepatu but, dan helm oleh Bupati Sleman dan secara simbolis diterimaa PMI dan Relawan.

image_pdfimage_print
Bagikan: