Sleman – Politeknik Seni Jogja mewisuda 95 orang mahasiswanya yang menyelesaikan studi Diploma 3, Sabtu (22/11). Mahasiswa Jurusan Kriya dan Desain Program Studi Desain Komunikasi Visual serta Kriya Logam (Jewellry) dan Kayu (Furniture) yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah wajib melanjutkan ke Diploma 4 yang dilaksanakan di ITB.
Sedangkan bagi mahasiswa Program Studi Kriya Konsentrasi Pembuatan Alat Musik Tradisional Angklung melanjutkan program S1 ke Surakarta. Program konsentrasi yang terakhir ini cukup unik (tidak bermaksud berlebihan ini satu-satunya di dunia) sebab baru pertama kali ini dilaksanakan pendidikannya oleh Politeknik Seni Jogja dan pada tahun ini, angkatan pertama menyelesaikan pendidikannya pada jenjang Diploma 3 dan melanjutkan ke jenjang program S1 di ISI Surakarta.
Demikian dijelaskan Agung Suryahadi, Direktur Misi Politeknik Seni Jogja didampingi Mujirahayu Pembantu Dekan I, Widi Harjo Pembantu Dekan II dan sejumlah petinggi serta Sugiarto ketua pelaksana yayasan Poliseni Jogja. Menurut Agung, profil tamatan adalah mampu membuat dan mampu memainkan, sehingga tidak sama dengan program studi lainnya di lingkup seni pertunjukan. Misalnya, program Studi Karawitan atau Musik hanya mampu memainkan tetapi tidak mampu membuat.
Ke depan, Politeknik Seni Jogja akan memprogramkan konsentrasi pembelajaran untuk jenis seni yang nyaris punah seperti pembuatan gamelan dengan bahan logam, bambu, kayu sehingga jenis kesenian ini dapat tumbuh dan berkembang di daerahnya sendiri. Selain juga mendidik kader-kader industriawan yang kreatif dan mampu mengembangkan dan mengemas seni budaya tradisional asli Indonesia lainnya. Untuk gagasan ini tentu saja Politeknik tidak mampu bekerja senidiri sehingga dibutuhkan kerjasama dengan pihak lainnya seperti dengan industri terkait, pemerintah pusat maupun daerah serta masyarakat yang peduli dengan pengembangan industri seni, kriya dan desain.
Ditambahkan Agung, Politeknik Seni Jogja (Poliseni Jogja) sebagai politeknik seni satu-satunya yang ada di Indonesia didirikan atas inisiatif PPPPTK Seni dan Budaya dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Politeknik beroperasi resmi sejak tahun 2001 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 142/D/0/2001.
Disampaikan pula bahwa misi institusi pendidikan seni yang dipimpinnya adalah menyiapkan sumber daya manusia di bidang industri kreatif seni, kriya, desain dan selalu berupaya untuk semakin intensif serta tersistem dalam pelaksanaan pendidikannya agar output sumber daya manusia yang dihasilkan memiliki profesionalisme yang tinggi serta mampu bersaing menghadapi keadaan di tingkat global yang setiap saat berubah-ubah.
Tingkat penguasaan ilmu dan teknologi yang berhubungan dengan seni, kriya dan desain terus dimantapkan oleh para dosen, serta memperhatikan pula tingkat kebutuhan masyarakat dalam negeri yang sangat beragam, bahkan dalam hal tertentu sangat spesifik karena dipengaruhi oleh sumber daya alam dan budaya daerah. Untuk itulah perumusan kebijakan dalam pengembangan sumber daya manusia perlu mengakomodasi kebutuhan yang beraneka ragam tersebut, tanpa meninggalkan filosofi dasarnya bahwa, “pendidikan harus mampu membekali peserta didik dalam menghadapi kehidupan pada jamannya, lingkungannya dan sesuai dengan jenis serta jenjangnya”.
Poliseni Jogja sejak 2003 telah menamatkan 933 orang mahasiswa sebagai calon pekerja di bidang industri kreatif seni, kriya dan desain. Mereka diharapkan mampu menggerakkan sektor tersebut dengan membuka usaha, bekerja di perusahaan dan juga sebagai guru seni. Mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sejak tahun 2001 sebagian besar mendapat beasiswa dari pemerintah karena sebagian besar pula mahasiswa berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Sebagai uji coba, beberapa tahun terakhir ini Poliseni juga menerima mahasiswa yang berkebutuhan khusus (bisu, tuli, buta warna), ternyata yang telah tamat empat orang prestasinya tidak kalah dengan mahasiswa yang normal, sedang yang masih belajar sebanyak lima orang. Dari hasil studi tersebut, Poliseni ingin memberi kesempatan kepada mahasiswa yang berkebutuhan khusus yang memiliki motivasi kuat untuk maju sebagaimana halnya mahasiswa yang normal.
Prestasi mahasiwa Politeknik Seni Jogja dapat dibanggakan, hal ini nampak dari kejuaran-kejuaraan yang sering diraihnya dalam bidang animasi dan desain. Model pembelajaran mengacu kepada pola kerja di Industri, yang menekankan kepada segi vokasinya. Mahasiswa dalam mata kuliah praktek dibimbing oleh dosen sefektif mungkin dari pagi hingga sore hari, dengan meodel perkuliahan seperti ini diharapkan setelah tamat mereka telah menguasai kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri terkait.


