Sleman – Internasional Federation of Red Cros (IFRC)/ Federasi Palang Merah Internasional, menggali kisah dan cerita dari orang dan satgas penanganan Covid -19, di Padukuhan Jaban, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Jumat sore (29/7/2022). Sebelum ke Padukuhan Jaban, tim yang terdiri dari perwakilan IFRC, PMI DIY dan PMI Sleman diterima oleh Lurah Tridadi Sri Hartati, di Kalurahan setempat.
Menurut Rama staf bidang komunikasi IFRC, mandat dari organisasi adalah menyebarkan cerita-cerita inspiratif tentang kisah dan pengalaman penanganan Covid – 19 yang dialami oleh masyarakat, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas sebagai bagian dari Satgas Penanganan Covid-19. “Karena Kalurahan Tridadi yang fokusnya di Padukuhan Jaban penanganan pandemi Covid-19 ada intervensi dari IFRC, maka termasuk yang dikunjungi dan digali cerita, pengalaman maupun kisahnya. Kisah infpiratif yang perolehnya akan disebarkan lebih luas agar menjadi pemantik semangat yang lain,” ungkapnya.
Secara bergantian IFRC melakukan wawancara dan mendengar cerita dan pengalaman dari para pelaku penanganan Covid -19 di Jaban. Cerita sejak dinyatakan Pandemi hingga situasi sekarang. Termasuk menggali cerita dan pengalaman Lurah Tridadi.
Sri Hartati, yang saat itu belum menjabat lurah mengisahkan keterlibatannya dalam penanganan Covid – 19, dari penyemprotan disinfektan bersama relawan PMI, pengalaman menggali dana dari donatur, penanganan terhadap warga isolasi hingga pemberian bantuan kebutuhan hidup.
Dikisahkan bahwa masyarakat Padukuhan Jaban memiliki kesadaran dan daya tanggap yang tinggi, begitu dinyatakan Pandemi langsung bergerak dan besikap, diawali dengan pembentukan satgas, lalu mendirikan posko dan portal. Disisi lain juga mengumpulkan bantuan dari masyarakat dan hasilnya dipergunakan oleh satgas untuk keperluan penanganan Covid -19. “Upaya edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid pun dilakukan secara masif dengan berbagai cara dibarengi dengan pengadaan tempat cuci tangan dan penerapan protokol kesehatan,” tutura Sri Hartati.
Sementara itu, Thomas mewakili satgas Padukuhan menuturkan, satgas memperlakukan masyarakat yang terkonfirmasi positif dan harus isolasi dengan baik dan ramah, semua diperlakukan sama. Baik yang isolasi mandiri maupun yang terpusat. Mereka mendapat bantuan sesuai dengan kebutuhan hidup yang dipesan dari masing-masing pasien. Bantuan yang diberikan harus tepat guna dan manfaat, dengan demikian bantuan belum tentu sama jenisnya.
“Alhamdulillah satgas semangat, kompak dan bertanggung jawab. Seluruh bantuan yang masuk, termasuk yang diterima dari IFRC dan bantuan lain dari PMI Kabupaten Sleman tersalurkan dan sangat membantu masyarakat,” ujar Thomas.
Mengakhiri kisahnya, Thomas menuturkan, Satgas di Padukuhan Jaban adalah yang lebih awal berdiri, hingga sekarang masih aktif berkegiatan berkaitan dengan pencegahan Covid. “Komitment masih konsisten. Walau memang disadari karena yang dilayani banyak dan karakter serta latarbelakang beda, jadi tetap memerlukan seni dan sabar,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu juga diinformasikan oleh Sarijan selaku sekretaris PMI Sleman, bahwa di kabupaten Sleman terdapat 10 Kalurahan yang menirima program penguatan respon basyarakat dalam penanganan Covid -19 dengan bantuan dana dari IFRC. “Sepuluh Kalurahan itu ada di sepuluh Kapanewon. Semua berjalan sesuai target,” tutup Sarijan. (Tri Joko S/PMI Sleman)


