Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Prambanan bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragaman (FKUB) Prambanan menggelar Pemantapan Kampurng Moderasi Beragama di Dusun Mutihan, Madurejo, Prambanan pada Senin (24/7/2023) di Balai Kalurahan Madurejo, Prambanan. Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi Kampung Moderasi Beragama yang telah diselenggarakan pada 17 Juli 2023 yang lalu. Kegiatan yang dimotori oleh FKUB Prambanan ini diikuti oleh semua elemen masyarakat, seperti perangkat kalurahan, tokoh agama, dan pengusaha.
Pemantapan menghadirkan 3 narasumber yaitu, Mujrendi, Kepala KUA Prambanan. Mujrendi memaoarkan tentang 9 kunci moderasi beragama, yaitu kemanusiaan, kemaslaatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan kepada tradisi.
Sementara narasumber kedua, Kanit Bimas Polsek Prambanan, Iptu Nugraha, menjelaskan tentang 4 pilar kebangsaan yang menopang moderasi beragama, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sedangkan narumber ketiga, Bati Wanmil Koramil 9/ Prambanan, Serka Ignatius menjelaskan tentang nilai-nilai karakter yaitu olah piker, olah hati, olahraga, dan olah rasa/karsa.
Untuk mendukung terciptanya moderasi agama, Karyono, Ketua FKUB Prambanan memberikan masukan agar Prambanan memiliki call center tersendiri yang khusus mengurus proses moderasi ini.
“Akan memudahkan semua komponen masyarakat dengan memberikan masukan dan pelaporan terkait moderasi agama, seperti terkait isu yang berkembang di masyarakat yang mengancam kebangsaan contohnya berita hoax, merusak kerukunan antar umat beragama ataupun yang dapat merugikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Karyono.
Ia juga mengajak agar setiap peserta yang hadir untuk dapat menjadi pelopor atau penggerak dalam memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan hingga terciptanya kemoderasian dalam beragama. (Karyono/KIM Prambanan)


