Sleman – Selama ini, buruknya instalasi listrik di rumah menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Di Kabupaten Sleman sendiri, lebih dari 50 persen kasus kebakaran ternyata akibat hubungan arus pendek listrik. Sedangkan peringkat kedua karena disebabkan kebocoran tabung gas.
“Saat ini, hubungan arus pendek jadi penyebab utama kasus kebakaran di Kabupaten Sleman. Kedua kebocoran gas dan lainnya karena bakar sampah, pemasangan steker listrik yang banyak atau buang puntung rokok sembarangan,” kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman Drs Ismu Achmad W, kemarin.
Dijelaskan, kasus kebakaran di Sleman mengalami peningkatan. Tercatat, pada 2012 silam telah terjadi kebakaran sebanyak 81 kali, 2013 menurun menjadi 67 kali. Namun pada 2014 kemarin meningkat tajam jadi 90 kasus kebakaran. Sedangkan pada Januari 2015 ini, UPT Damkar Sleman sudah melakukan pemadaman sebanyak 10 kali.
Ismu menceritakan, kini banyak orang lalai saat memasang kabel bahkan bisa dikatakan sembarangan. Tak hanya itu saja, pemilihan kabel yang tidak memenuhi standar PLN juga bisa memicu kebakaran. Untuk mengantisipasinya, kabel harus dicek setiap lima tahun sekali, kalau perlu segera ganti baru.
Ditambahkan, saat terjadi percikan api dari hubungan arus pendek, jika tidak ada Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maka masyarakat dihimbau untuk tidak menyiram dengan air, tetapi dengan tanah atau pasir. Ini juga berlaku jika terjadi kebakaran pada kompor minyak, bisa disiram pakai tanah atau pasir atau mematikan api dengan karung yang sudah dibasahi air.


