Sleman– Gerakan tanam padi dilaksanakan bersama-sama di lahan pertanian bulak Kelompok Tani Ngudi Makmur Gangsiran Desa Madurejo Kecamatan Prambanan oleh para petani, Jumat (6/3) yang dihadiri Irjen Kementrian Pertanian RI, Ir Aziz Hidayat MSi, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Kadis Pertanian DIY, BPPT DIY, Kadis Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Camat Prambanan dan para Kelompok Tani.
Sudiyono, Ketua Kelompok Petani Ngudi Makmur, Gangsiran, Prambanan melaporkan bahwa kegiatan Kelompok Tani dibentuk pada tahun 2003 mempunyai anggota aktif sebanyak 32 orang sampai dengan tahun 2015 sudah menjadi 47 orang.
Dan mempunyai lahan sekitar 42 hektar Tahun 2014 telah memproduksi sebanyak 105 Ton benih padi sedangkan untuk triwulan I Tahun 2015 sudah memproduksi benih sebanyak 40 Ton, sedangkan hasil dari lahan pertanian tahun 2013 mencapai 9,2 Ton Gabah Kering per hektar (GKP) meningkat menjadi 9.4 ton per hektar pada tahun 2014.
Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penanaman padi secara simbolis oleh Irjen Kementrian Pertanian RI, Aziz Hidayat, Bupati Sleman dan pejabat lainnya serta para petani. Selanjutnya Bupati Sri Purnomo memberikan buku tabungan kepada Kelompok Tani Dadi Subur, Ngudi Makmur, Sedya Rukun, Ringin Putih, Ngudi Mulyo, Pulerejo, Tani Maju, Sido Rukun dan Tani Rukun ( 9 Kelompok Tani ) masing masing mendapatkan tabungan sebesar Rp 2,9 juta.
Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo berpesan agar uang tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani yang berkelanjutan. Selain itu Sri Purnomo juga mengucapkan terima kasih atas bantuan alat pertanian berupa traktor, pompa Air, dan lainnya dari Kementrian Pertanian RI. Dann Sri Purnomo menerima alat Caplak Legowo untuk Menanam padi dari BPPT DIY yang diserahkan langsung kepada 9 Kelompok Petani secara simbolis.
Sedang Irjen Kementrian Pertanian RI, Aziz Hidayat berpesan kepada para petani Kabupaten Sleman khususnya untuk dapat meningkatkan produksi hasil panen yang rata-rata nasional sebesar 9 ton/hektar bisa lebih dari itu.
Pada tahun 2015 produksi beras nasional ditargetkan mencapai 73 juta ton, sedangkan untuk DIY diprioritaskan bisa mencapai sebesar 1 juta ton.


