Hadapi Musim Pancaroba, Anggota Rekat Dapatkan Peningkatan Kapasitas

Sleman – Relawan Kebencanaan Kapanewon Tempel yang tergabung dalam REKAT (Relawan Kemanusiaan Tempel) mendapatkan penyuluhan dalam tajuk “Jambore Peningkatan Kapasitas REKAT” pada Sabtu (28/9/2024) malam di Taman Embung Mororejo Kapanewon Tempel,

Hadir dalam kesempatan ini,  Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, didampingi Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi, Kapolsek Tempel AKP Gunawan Setiabudi, Danramil Tempel Kapten Inf Sudjana, Lurah Mororejo Jaka Ristanta, Babinsa dan Babinkamtibmas Mororejo, serta Ketua Jambore Peningkatan Kapasitas ini.

Penewu Tempel, Agung Dwi Maryoto memberikan apresiasi atas terselenggaranya Jambore Peningkatan Kapasitas REKAT ini.

“Dengan adanya peningkatan kapasitas terhadap teman-teman relawan kemanusiaan Tempel ini diharapkan kedepannya dapat selalu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Tempel untuk itu apresiasi kami sampaikan atas kegiatan ini,” ungkap Agung.

Sementara itu, Daryanto, Ketua Jambore Peningkatan Kapasitas ini menjelaskan tentang tujuan diadakannya kegiatan ini.

“Diharapkan melalui kegiatan seperti ini dapat terjalin komunikasi antar unsur relawan kebencanaan termasuk dengan unsur Forkompimkap sehingga pendektesian dini dan langkah-langkah mitigasi dan penanganan bencana alam dapat dilakukan dengan baik. Langkah mitigasi dilakukan salah satunya dengan kegiatan penebangan pohon yang diindikasikan membahayakan keselamatan warga,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Daryanto, di Kelompok REKAT saat ini terdapat personil sekitar 70 orang, sedangkan di tiap Kalurahan sudah ada Kaltana, intinya agar dapat berkoordinasi dengan semua unsur relawan kebencanaan dalam melakukan mitigasi bencana alam.

Jambore Peningkatan Kapasitas REKAT ini menghadirkan narasumber Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS), Yoga Nugroho Utomo dan Ismardiyanto, Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

Ismardiyanto dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa BPBD Sleman memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mulai mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi saat memasuki musim pancaroba tahun 2024 saat ini, karena sudah memasuki musim penghujan sehingga ada potensi bencana klimatologi yaitu bencana alam yang terjadi karena diakibatkan perubahan iklim yang ekstrim.

“Bencana yang mungkin datang saat musim penghujan ini, kemungkinan akan ada bencana klimatologi yaitu karena perubahan musim yang ekstrim semisal angin kencang, hujan lebat dan lain sebagainya untuk itu perlu adanya kewaspadaan. Karena itu, keberadaan unsur relawan kebencanaan semacam REKAT ini sangat dibutuhkan, karena penanggulangan bencana adalah tanggungjawab bersama, oleh karena itu kepada para relawan diharapkan untuk lebih peka terhadap dinamika iklim di wilayahnya,” ungkap Ismardiyanto.

Ditambahkan olehnya bahwa personil BPBD Sleman yang terbatas, maka peran relawan dan masyarakat sangat dibutuhkan.

“Selama ini BPBD Sleman telah bekerja sama dengan seluruh unsur relawan dan komunitas yang ada di tingkat Kapanewon, termasuk REKAT yang di Kapanewon Tempel,” tutupnya.(sbd_kimtempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: