Pasar Tradisional Rawan Jadi Tempat Penyebaran Makanan Berbahaya

Sleman – Pasar tradisional di Kabupaten Sleman rawan menjadi tempat penyebaran makan yang mengandung bahan berbahaya. Kondisi tersebut berdasarkan pantuan yang dilakukan oleh tim gabungan selama Ramadan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman, Dra Tri Endah Yitnani, kemarin. Menurut Tri Endah  pemantauan yang dilakukan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY meyasar sebelas pasar tradisional di wilayah setempat. Hasilnya, di setiap pasar ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

“Rata-rata yang ditemukan oleh tim adalah makanan yang mengandung rodhamin, formalin, dan boraks,” kata Tri Endah.

Tentang titik rawan peredarannya, Tri Endah mengatakan hal tersebut hampir merata, baik di perbatasan maupun pasar-pasar di tengah wilayah.

Dengan demikian, pihaknya mengaku prihatin lantaran peredaran makanan mengandung bahan berbahaya tersebut semakin luas.

“Hal ini sangat memprihatinkan mengingat makanan yang mengandung bahan berbahaya sudah menyebar di pasar-pasar hingga wilayah pelosok, tidak hanya diperbatasan,” ungkapnya.

Dikatakan Tri Endah  kebanyakan makanan dengan bahan berbahaya itu datang dari luar wilayah Sleman. Hal tersebut berdasarkan keterangan pedagang yang mendapatkan barang dagangan itu dari produsen luar wilayah.

“Ada yang berasal dari Magelang, Klaten, dan beberapa daerah lain,” tuturnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: