Sleman – Para Rois dari 22 padukuhan se-Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, melakukan ziarah rohani ke Makam Sunan Kalijaga dan Sunan Demak (Raden Fatah) pada Sabtu (26/7/2025). Ziarah ini turut didampingi Lurah Argomulyo Danang Hendri Bintoro, Kasie Kamituwa Argomulyo Haryadi, sejumlah dukuh, dan penyuluh agama dari KUA Cangkringan.
Dalam sambutannya, Lurah Danang Hendri Bintoro menyampaikan apresiasi kepada para Rois yang selama ini telah aktif menjaga kehidupan keagamaan di tiap padukuhan.
“Semoga kekompakan dan kebersamaan para Rois terus terpelihara untuk kebermanfaatan umat,” ujarnya.
Sementara itu, Haryadi selaku Kasie Kamituwa menambahkan bahwa Rois tidak hanya menjalankan peran keagamaan, namun juga menjadi jembatan pelestarian kebudayaan.
“Ziarah ke makam Sunan Kalijaga ini sarat makna. Sunan Kalijaga adalah simbol akulturasi Islam dan budaya Jawa. Hal ini selaras dengan status Argomulyo sebagai Kalurahan Mandiri Budaya,” jelasnya.
Ia juga menyinggung filosofi mendalam dalam budaya Jawa bernuansa Islam yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, seperti pakaian Surjan/Taqwa. Jumlah kancing dan lipatan pada pakaian itu menyimbolkan rukun iman, rukun Islam, dan jumlah rakaat sholat, sebagai wujud harmoni antara budaya dan ajaran Islam.
Ketua Rois Argomulyo, Nur Fatah, menyampaikan terima kasih kepada Pemkal Argomulyo dan KUA Cangkringan yang selalu mendukung dan membina kegiatan Rois.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa digelar rutin setiap tahun, sekaligus menjadi ajang pembinaan dan peningkatan kapasitas Rois dalam menjalankan tugas sosial keagamaan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ziarah ini ditutup dengan kunjungan ke Masjid Agung Jawa Tengah, sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang memperkaya wawasan keislaman dan memperkuat persaudaraan antar-Rois. (Marmansyah/ KIM Wara Aji Cangkringan)


