Kekeringan di Sleman Belum Mengkhawatirkan

Sleman – Meski kekeringan di Kabupaten Sleman sudah termasuk kategori ekstrim akibat dampak El Nino, namun kekeringan di wilayah Kabupaten Sleman belum sampai mengkhawatirkan baik untuk sektor air bersih maupun sektor pertanian dan perikanan.

“Kekeringan di wilayah Sleman sampai saat ini memang belum sampai tahap yang mengkhawatirkan. Kebutuhan air bersih maupun air untuk pertanian dan perikanan masih dapat diupayakan meskipun tidak melimpah,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Ir Sapto Winarno kepada wartawan di Sleman, Rabu (12/8).

Dikatakan Sapto memang ada fenomena yang cukup aneh di sumber air “Umbul Wadon” di hulu Sungai Kuning di Umbulharjo Kecamatan Cangkringan yang debitnya justru meningkat pada musim kemarau ini.

“Memang ada peningkatan debit air di `Umbul Wadon`, pada Mei lalu debit air hanya 300 meter kubik per detik, namun saat kami lakukan pemantauan pada 5 Agustus, debit air justru meningkat menjadi 557 meter kubik per detik,” kata Sapto.

Menurut Sapto, dengan kondisi peningkatan debit air “Umbul Wadon” ini maka diharapkan pasokan air bersih untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman tidak mengalami masalah.

Dengan terpenuhinya air pasokan untuk PDAM Sleman ini maka diharapkan distribusi air bersih kepada pelanggan juga tidak terganggu dan tetap lancar. Sapto mengatakan, sedangkan untuk 27 lokasi sumber air lainnya saat ini masih dalam kondisi normal dan belum mengalami penurunan debit yang signifikan.

Dengan kondisi seperti ini maka diharapkan, 27 sumber air tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk irigasi pertanian masyarakat. Sedangkan sejumlah embung saat ini juga masih dalam kondisi normal di atas batas minimum.

Sapto menambahkan mengingat dampak El Nino mengakibatkan kemarau panjang, maka diharapkan masyarakat untuk membatasi penggunaan air, terutama untuk sektor pertanian dan perikanan.

“Sektor pertanian dapat menerapkan pola tanam yang minim air seperti beralih menanam palawija dulu, begitu juga sektor perikanan juga harus membatasi penggunaan air dan mengganti budi daya ikan yang tidak banyak membutuhkan pergantian air, semisal budidaya lele atau nila,” tutur Sapto.

image_pdfimage_print
Bagikan: