Ribuan Pelanggan PDAM Sleman Terganggu Pengaruh Kemarau

Sleman – Sedikitnya 3.400 Kepala Keluarga di Kabupaten Sleman  mengalami gangguan layanan Perusahaan Daerah Air Minum terutama yang menggunakan sumber air sumur dalam, akibat kemarau panjang di wilayah Sleman.

“Distribusi air PDAM di beberapa wilayah di Sleman terganggu karena sumbernya mengalami penurunan debit tapi tidak sampai terhenti total. Salah satu solusinya dengan sistem giliran,” kata Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata, Minggu (17/8).

Menurut dia, berdasarkan pantauan, penyusutan debit air dari sumur dalam, mencapai kisaran 10 hingga 20 persen.

“Kekeringan cukup parah antara lain terjadi di Kecamatan Ngemplak, Ngaglik, Prambanan, Gamping, dan Minggir,” katanya.

Dwi Nurwata mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya dengan menyediakan pompa air.

“Pengalaman tahun lalu, bantuan pompa difungsikan selama dua bulan dengan alokasi biaya sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta,” katanya.

Sementara Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi mengatakan, kondisi sumber air sejauh ini masih relatif stabil.

“Sampai saat ini sejumlah sumber air di Sleman masih stabil tapi perlu diwaspadai penurunan debit sumur air dalam,” katanya.

Gatot mengatakan, keseluruhan ada 117 desa di DIY yang masuk kategori potensi kekeringan. Untuk Sleman, terutama di wilayah Kecamatan Prambanan dan sebagian Gamping, namun masih bisa tertangani.

image_pdfimage_print
Bagikan: