Penurunan Debit Air Perlu Perhatian Bersama

Sleman – Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono Mkes mengatakan terjadinya penurunan debit air di sebagian sumber air perlu perhatian bersama. Sunartono menilai penyebab penurunan debit air itu bukan hanya terjadi karena kemarau panjang. Seperti alih fungsi lahan dan persempitan lahan hutan. Padahal keberadaan hutan memiliki sebagai wilayah konservasi air.

“Jika jumlahnya berkurang tentu air yang tertampung di dalam taha juga berkurang,” kata Sunartono, Rabu (19/8).

Karena itu Sunartono meminta masyarakat untuk tidak melakukan penggundulan hutan. Pasalnya kondisi tersebut akan berdampak kerusakan lingkungan terutama pada sumber air.

“Penggundulan hutan harus dicegah sejak dini, jangan sampai dampaknya semakin besar dan jumlah wilayah serapan air semakin berkurang,” katanya.

Selain itu, adanya betonisasi dan pengaspalan jalan desa sebenarnya juga perlu diminimalisasi. Hal ini karena upaya tersebut juga mempersempit wilayah penyerapan air.

“Air yang turun dari atas (hujan) bisa ditangkap dengan memperbanyak sumur resapan dan biofori. Sebagai penggandi beton dan aspal, dapat digunakan dengan conblock yang lebih murah dan ramah lingkungan,” tutur Sunartono.

image_pdfimage_print
Bagikan: