Sleman – Selama dua hari Rabu dan Kamis (23-24/9) ribuan umat Islam melaksanakan ibadah sholat Idul Adha. Sholat Hari Raya Idul Adha 1436 H hari Kamis (24/9) dilaksanakan di Masjid Agung Dr Soediro Hoesodo Sleman dengan imam dan Khotib Kepala Kantor Kementarisn Agama Kabupaten Sleman Drs Ludfi Hamid M.Ag dijejali ribuan jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman, bahkan tidak sedikit jamaah yang datang dari luar Sleman.
Beberapa pejabat Pemkab Sleman ikut dalam sholat Idhul Adha tersebut. Dalam khotbahnya Ludfi Hamid menyampaikan bahwa berkurban dalah berjuang dengan memberikan sesuatu yang telah dimiliki secara benar atas dasar taqwa dan sabar. Sedang berkurban yang dikeluarkan bukan atas dasar taqwa, sabar dan ridho Allah maka harta dan jasa yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia.
Disampaikan Ludfi bahwa ada lima hikmah yang dapat diambil dalam berkorban, antara lain akan mendapatkan kebahagiaan dan keberhasilan di dalam kehidupan dunia dan akherat nanti, kecuali jika mau mengorbankan apa yang dicintai. Selain itu kehidupan ini tidak kekal, dan banyak hal yang terjadi secara tiba-tiba diluar perkiraan manusia, kadang didapatkan dalam kehidupan dunia ini hal-hal yang dicintai justru malah cepat pergi, sabaliknya hal-hal yang Ðibenci malah datang terus.
“Maka Allah menyebut kesenangan dunia tersebut dengan kesenangan yang menipu (mata’u al ghurur) karena akan sirna bahkan berubah menjadi malapetaka, jika cara mengolahnya tidak sesuai tuntunan Allah SWT,” kata Ludfi.
Yang perlu diingat menurut Ludfi bahwa tidak setiap perkara yang dibenci pasti membawa mudharat bagi kehidupan manusia. Terkadang yang terjadi adalah sebaliknya, musibah yang dianggap akan mendatangkan malapetaka, ternyata malah membawa kepada kesuksesan besar dalam hidup.
Sementara sholat Idul Adha hari Rabu (23/9) dilaksanakan di lapangan Denggung Tridadi Sleman juga dihadiri oleh ribuan masyarakat sekitar dan para Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkab Sleman Bertindak sebagai Imam dan Khotib HM Farchan Hariem SE dari Kaliurang, Pakem, Sleman.
Dalam khotbahnya Farhan menyampaikan setelah sholat ied, hari raya Idul Adha mengingatkan pada umat muslim bagaimana perjalanan hidup, perjuangan dan segala ujian yang dialami oleh sosok manusia Ibrahim dan puteranya Ismail. Ada 3 suri tauladan, pertama sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Alloh adalah yang paling bertaqwa. Yang dinilai dihadapan Alloh bukan derajat, bukan kekayaan, bukan pula jabatan, kedudukan serta pangkat melainkan ketaqwaan.
Dikatakan Farhan semua mahluk hidup pasti akan mati sedang tidak tau kapan ? Dimana ? Dan sebab apa? Akan mati siap tidak siap kita harus siap mati.
“Oleh karenanya kita harus menjaga komitmen keislaman kita kapanpun, dimanapun dan kondisi bagaimanapun,” kata Farhan.
Potret perjalanan Nabi brahim as diabadikan dalam ritual Ibadah Haji, setiap Muslim pasti merindukan dapat menjalankan ibadah haji sesuai dengan Rukun Islam. Kewajiban manusia terhadap Alloh adalah melaksanakan ibadah haji ke baitullah bagi yang mampu sudah barang tentu mampu menurut Alloh, bukan menurut kita, mampu fisik, mampu ilmu, mampu financial/keuangan , bagimana cara kita agar bisa ibadah haji, kita harus yakin sudah dipanggil Alloh SWT.


