200 Bikers Muhammadiyah Klaten Gelar Bakti Sosial di Lereng Merapi

Sleman — Deru mesin ratusan sepeda motor memecah keheningan lereng Gunung Merapi saat komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Klaten menyambangi wilayah Turi, Sleman. Sebanyak 200 riders melakukan aksi Touring Syawalan dan Tadabur Alam yang dikemas dengan misi kemanusiaan serta penguatan nilai keagamaan pada Minggu (5/4/2026).

Rombongan yang berangkat dari Klaten ini memusatkan kegiatan bakti sosial di Masjid Shirothol Mustaqim, Ngentak, Bangunkerto. Kehadiran para penunggang besi ini disambut hangat oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi. Sinergi antara komunitas hobi dengan struktur organisasi keagamaan ini dinilai menjadi potret segar dakwah kontemporer yang menyentuh langsung lapisan masyarakat di pedesaan.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif komunitas otomotif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa hobi berkendara bisa bertransformasi menjadi gerakan sosial yang membawa manfaat nyata bagi umat. Ia berharap kolaborasi lintas daerah seperti ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan antarkabupaten melalui aksi nyata.

“Kami dari PCM Turi merasa sangat senang dengan adanya kegiatan silaturahmi dan bakti sosial dari BikersMu Klaten ini. Ini bukan sekadar touring atau hobi semata, tetapi membawa nilai dakwah dan kepedulian sosial yang tinggi. Kami berharap kegiatan positif ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggabungkan kesenangan pribadi dengan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Bambang Rahmanto di sela-sela acara.

Ketua Panitia pelaksana, Eko Teguh Wibawanto, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai dengan perjalanan disiplin dari Klaten menuju lokasi bakti sosial, dilanjutkan dengan pengajian halal bihalal, dan diakhiri dengan tadabur alam. Dalam sesi tausiyah, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten mengingatkan para peserta untuk menjadikan komunitas sebagai sarana memperkuat iman dan ilmu, terutama dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Usai merampungkan agenda sosial dan keagamaan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata Grojogan Watu Purbo di Merdikorejo, Tempel. Dengan pengawalan ketat dari personel Polsek Turi dan KOKAM Turi, para riders melintasi jalan-jalan pedesaan yang hijau dan asri, menciptakan suasana kebersamaan yang kental di tengah keindahan alam Sleman.

Sebelum bertolak kembali ke Klaten, sejumlah anggota komunitas menyempatkan diri singgah di kediaman warga asal Cawas yang kini merintis usaha konveksi di Turi sebagai bentuk dukungan moral antarsesama perantau. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh keakraban, menegaskan pesan bahwa semangat Syawalan harus diisi dengan silaturahmi yang produktif dan bermanfaat bagi sesama. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)

image_pdfimage_print
Bagikan: