PPDI Condongcatur Edukasi Disabilitas Terkait Data Desil dan Layanan BPJS

Sleman — Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalurahan Condongcatur menggelar pertemuan strategis guna memperkuat pemahaman warga terkait sistem pendataan kesejahteraan sosial dan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Wacanaloka, Kompleks Kantor Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (25/4/2026) pagi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para penyandang disabilitas, pendamping keluarga, kader pendamping, serta jajaran pengurus PPDI setempat. Fokus utama pembahasan adalah mengenai pemahaman desil kesejahteraan sosial, yaitu sistem pengelompokan tingkat ekonomi masyarakat yang menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sosial.

Peserta diberikan edukasi mendalam mengenai posisi desil masing-masing serta pentingnya melakukan validasi data agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Hal ini bertujuan agar bantuan yang disalurkan oleh pemerintah tepat sasaran dan tidak ada warga disabilitas yang terlewatkan hanya karena kendala administratif atau ketidaksesuaian data pada sistem.

Ketua PPDI Condongcatur, dalam forum tersebut menekankan bahwa keterbukaan informasi mengenai data kemiskinan sangat penting bagi kelompok rentan. Ia mengajak para pendamping keluarga untuk lebih proaktif dalam melakukan pengecekan status data secara mandiri agar hak-hak sosial penyandang disabilitas tetap terlindungi.

“Kami ingin setiap penyandang disabilitas di Condongcatur memahami posisi mereka dalam data kesejahteraan sosial. Jika ada ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi di lapangan dengan status desil di sistem, maka harus segera dilaporkan untuk dilakukan validasi ulang. Pemahaman ini sangat krusial agar akses bantuan sosial tidak terhambat oleh masalah administratif,” ujar perwakilan pengurus di sela-sela diskusi.

Suasana pertemuan berlangsung interaktif, di mana para peserta memanfaatkan momen tersebut untuk berbagi pengalaman mengenai kendala akses layanan kesehatan dan sosial yang selama ini dihadapi. Selain masalah desil, forum ini juga menjadi ajang konsultasi mengenai kepesertaan BPJS Kesehatan, mulai dari prosedur pendaftaran baru, perubahan data anggota, hingga optimalisasi pemanfaatan layanan di fasilitas kesehatan.

Staf Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Apri Nugroho, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan penjelasan awal mengenai solusi atas kendala-kendala administratif yang sering ditemui. Pihak pemerintah kalurahan berkomitmen untuk terus mendampingi PPDI dalam proses pemutakhiran data agar sinkron dengan sistem pusat.

Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara penyandang disabilitas, kader pendamping, dan pemerintah desa. Tindak lanjut dari kegiatan ini nantinya akan difokuskan pada pendampingan intensif bagi warga yang membutuhkan perbaikan data kependudukan maupun kesehatan agar mereka mendapatkan akses layanan publik yang setara dan berkeadilan. (Tri Suhartati/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: