Sleman – Pemkab Sleman mewaspadai potensi banjir lahar dimusim penghujan, terlebih di kawasan merapi saat ini masih terdapat sekitar 40 juta meter kubik sendimen lahar dingin. Kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar di musim penghujan ini, diungkapkan Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi terkait dengan pemetaan potensi bencana diwilayah Kabupaten Sleman saat memasuki musim penghujan.
Menurut Gatot, dikawasan puncak Merapi saat ini masih terdapat sekitar 40 juta meter kubik sendimen sisa erupsi Merapi tahun 2010, sehingga jika diguyur hujan dengan curah tinggi dalam waktu relatif lama dapat memunculkan banjir lahar dingin.
”Kalau 40 juta meter kubik ini turunnya melalui badan sungai masih kelihatan arahnya tetapi kalau meluap sampai diluar badan sungai, bisa nabrak kemana-mana dan itu yang kita khawatirkan,” kata Gatot Saptadi, Rabu (16/12).
Potensi banjir lahar di Sleman dikatakan Gatot dapat terjadi terutama di sungai Gendhol serta sejumlah sungai lain yang berhulu di gunung Merapi seperti sungai Kuning, Opak, Boyong dan Krasak. Untuk kewaspadaan banjir lahar ini, masyarakat yang tinggal dikawasan dekat sungai sudah dibekali ketrampilan teknis mitigasi bencana banjir lahar. Diharapkan masyarakat mampu melakukan tindakan taktis jika terjadi banjir lahar.
Terkait ancaman banjir lahar dingin tersebut, Gatot telah melarang aktivitas penambangan di sungai karena peristiwa banjir lahar dingin berlangsung sangat cepat dan sering tidak dapat diprediksi.


