Sleman – Penjabat Sekda Sleman, Dra Iswoyo Hadiwarno mengatakan kondisi perkembangan perpustakaan desa di Kabupaten Sleman saat ini masih terbilang cukup memprihatinkan, dimana perpustakaan desa dengan kriteria aktif/baik hanya berjumlah 12 perpustakaan desa atau sebesar 13,95%, kriteria sedang berjumlah 23 perpustakaan desa atau sebesar 26,75%.
Sementara perpustakaan desa dengan kriteria kurang berjumlah 51 buah atau sebesar 59,30%.
“Karena itu dalam upaya meningkatkan fungsi serta tujuan keberadaan perpustakaan desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah melakukan serangkaian upaya, seperti pembinaan Perpustakaan Desa,” kata Iswoyo ketika menghadiri sosialisasi perpustakaan bagi Kepala Desa di Sleman, Selasa (22/3).
Menurut Iswoyon dari 86 desa di Kabupaten Sleman, 40 desa diantaranya telah memperoleh pembinaan pengelolaan Perpustakaan Desa. Selain itu adanya saluran bantuan koleksi buku atau bahan pustaka kepada 50 perpustakaan desa dari Perpustakaan Nasional, 36 Desa lainnya memperoleh bantuan buku dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY.
“Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung terlaksananya pengembangan perpustakaan di Desa, sepanjang telah melalui mekanisme musyawarah di Desa,” tutur Iswoyo.
Dan hal ini lanjutnya dapat dialokasikan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) khususnya pada kegiatan pembangunan yang mendukung pemberdayaan masyarakat desa, dimana besaran ADD untuk operasional perpustakaan desa disesuaikan dengan kemampuan keuangan dalam APBDesa.
Dengan kondisi perpustakaan desa yang ada saat ini, diperlukan upaya dan usaha dari seluruh jajaran Pemerintah Desa dalam optimalisasi keberadaan perpustakaan desa. Untuk itu, Iswoyo berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam upaya mengoptimalkan fungsi dari keberadaan perpustakaan desa, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat secara penuh bagi masyarakat.
Diungkapkan Iswoyo, sesuai PP. No 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa bahwa salah satu kewenangan desa adalah kewenangan lokal berskala desa berupa pengelolaan perpustakaan desa dan taman bacaan.
Perpustakaan desa adalah contoh penyediaan bahan bacaan sebagai salah satu sumber belajar bagi masyarakat dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat.
Perpustakaan menjadi salah satu media pembelajaran yang baik ketika keberadaannya dapat difungsikan secara optimal. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar harus mempunyai potensi untuk membuat orang tergerak untuk belajar.
Sementara Kepala Perpustakaan Daerah Sleman, Dra Sri Hartati mengatakan maksud dan tujuan sosialisasi tersebut untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan perpustakaan dalam rangka pengembangan perpustakaan desa sebagai sumber informasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Juga untuk mewujutkan desa gemar membaca dilingkungan Kabupaten Sleman.


