Kemarau Basah Menguntungkan Petani Ikan

Sleman – Kemarau basah yang terjadi saat ini memberikan keuntungan bagi para petani ikan. Petani ikan di wilayah Sleman merasa diuntungkan dengan datangnya musim kemarau basah.‬ Pasalnya, dengan kondisi air lebih berlimpah, pembudidayaan ikan bisa lebih optimal.‬ ‪Jika saat musim kemarau daya tahan hidup ikan hanya sekitar 30 persen, pada kemarau basah ini ikan justru berdaya tahan lebih dari 60 persen.‬

“‪Pertumbuhan ikan jadi lebih optimal dan lebih tahan penyakit dengan berlimpahnya air untuk hidup.‬ Kalau musim panas dan cenderung kering, airnya jadi sedikit dan ikan rentan penyakit,” kata Ketua Kelompok Tani Ikan Minaraya Kaliwaru Selomartani, Hartono, Rabu (10/8).

‪Menurut Hartono, dengan kondisi musim kemarau basah, kebutuhan air  jadi berkecukupan. Demikian juga suhu udara dalam kolam yang dirasanya pas untuk mendukung tumbuh kembang ikan.

‪Kondisi cuaca yang menguntungkan pembudidayaan ikan itu juga diikuti dengan harga ikan konsumsi yang terus melonjak.‬ Seperti harga ikan konsumsi jenis nila, kini harganya mencapai Rp 30 ribu per kg.‬

Menanggapi kondisi ini, Kepala Bidang Perikanan, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Sleman, Supramono mengatakan Sekarang, pasaran ikan nila relatif stabil dimana rata-rata harga perkilonya Rp 23-25 ribu.

Diakui Supramono, jika petani ikan sudah memiliki cukup pengalaman, kondisi ketahanan hidup budidaya ikan bisa ditingkatkan hingga 80 persen selama musim kemarau basah ini.‬ ‪Sedangkan saat musim kemarau kering, penyakut jamur rentan menyerang ikan budidaya.

‪Adapun target produksi ikan di Sleman tahun ini mencapai 44 ribu ton. Dari jumlah itu, 90 persen produksi ikan hanya diedarkan di Sleman sedangkan sisanya dipasarkan di luar Sleman.‬ Kawasan budidaya ikan antara lain di Moyudan, Minggir, Ngemplak dan Kalasan. Dan jenis ikan yang paling umum dibudidayakan adalah nila.

image_pdfimage_print
Bagikan: