Sleman – Hari Raya Idul Adha tinggal beberapa hari lagi, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kabupaten Sleman telah melakukan sosialisasi tentang tata cara penanganan hewan kurban.
“Dalam sosialisasi penanganan hewan kurban ini juga melibatkan petugas dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sleman terutama dari segi ilmu fiqih,” kata Kepala Bidang Peternakan DP2K Sleman, Ir Suwandi Aziz, Selasa (6/9).
Menurut Suwandi Aziz, setidaknya ada tiga aspek yang ditekankan dalam sosialisasi yaitu pemilihan hewan kurban, cara merebahkan hewan dan penanganan daging. Untuk pemilihan hewan kurban, rata-rata masyarakat sudah memahami ciri hewan yang layak hewan kurban.
Dikatakan Suwandi Aziz, biasanya yang antusias ditanyakan itu tentang cara merebahkan hewan yang akan disembelih. Lokasi penyembelihan juga harus diperhatikan. Sebab berdasarkan pengalaman alas yang digunakan kurang memenuhi syarat. Karena hanya ditempatkan di tanah atau daun pisang saja.
Karena itu kepada masyarakat
disarankan menggunakan plastik transparan sebagai alas saat menanganan daging kurban. Untuk petugas juga disarankan mengenakan masker. Karena selama ini, beberapa dari mereka yang sambil merokok. Bahkan tetap mengenakan alas kakinya.
“Meski sederhana, namun tindakan tersebut membuat daging kurban menjadi kurang higienis,” kata Suwandi Aziz.
Sementara untuk masyarakat yang ternyata memiliki penyakit TBC lanjutnya, disarankan tidak mendekat di sekitar tempat penyembelihan. Bahkan lokasi penanganan daging, karena sangat rentan terjadi penularan. Untuk petugas yang sedang flu atau batuk, masih boleh. Asal mengenakan masker.
Sementara menurut Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan DP2K, Drh Nanang Danardono dalam sosialisasi petugas dari DP2K fokus pada tata cara penanganan daging kurban. Sedang petugas yang dari Kemenag fokus menjelaskan dari ilmu fiqih. Karena kurban itu tidak sebatas menyembelih hewan saja. Tetapi ada manfaat lebih, terutama dari segi agama.
“Harapannya tentu agar proses penyembelihannya sesuai dengan syariat. Mengingat Idul Adha merupakan salah satu peringatan hari besar agama,” kata Nanang.


