Sleman – Menjelang Hari raya Idul Adha, tim Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman intens melakukan pantauan di lapangan.
Sampai sekarang sudah 50 lokasi yang dipantau antara lain di Kecamatan Ngemplak, Godean, Mlati, Ngaglik, Depok, Sleman, dan Gamping. Dari hasil monitoring sejauh ini ditemukan puluhan ternak sapi terinfeksi virus orf.
“Berdasar pantauan kami ada 34 ekor sapi yang terkena virus orf. Ciri-cirinya peradangan di sekitar mulut yang mengakibatkan nafsu makan hewan berkurang drastis,” kata Kepala DPPK Sleman, Ir Widi Sutikno MSi, Kamis (8/9).
Selanjutnya ternak sapi yang dinyatakan positif terjangkit orf diminta agar diafkir atau disendirikan. Sebab jika dibiarkan, dapat menyebar ke ternak lain yang berada dalam satu kelompok bahkan proses penularan berlangsung hanya dalam waktu semalam. Mengingat penyembuhannya butuh waktu lama, peternak disarankan menunda penjualan hewan ternak yang terjangkit virus orf.
“Dagingnya masih layak konsumsi tapi secara bisnis bisa membuat rugi karena menilai jual. Karena itu sebaiknya ternak diobati dulu,” kata Widi.
Selain virus orf lanjut Widi, penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah scabies, dan pink eye. Tim telah menemukan satu sapi terkena penyakit kulit scabies, dan 16 ekor terjangkit pink eye. Adapun total ternak yang telah diperiksa sebanyak 461 ekor sapi, 1.229 domba, dan 159 kambing. Monitoring ini akan terus berlangsung hingga H-1 Idul Adha.


