Kundha Kabudayan Sleman Ajak Masyarakat Lindungi Cagar Budaya

Sleman – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman mengharapkan masyarakat luas khususnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk turut berperan aktif dalam perlindungan dan pelestarian cagar budaya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Edy Winarya di kantornya, Rabu (19/1/2022). Edy menyampaikan hal tersebut mengingat di wilayah Kabupaten Sleman terdapat banyak potensi…

Selengkapnya

Menuju Sekolah Berbasis Budaya, SMP Maarif Gamping Gelar Pawiyatan Aksara Jawa

Gamping – Demi menuju sekolah berbasis budaya yang dapat melestarikan tradisi dan budaya Ngayogyakarta maka Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ma’arif Gamping menggelar kegiatan Pawiyatan Aksara Jawa yang berlangsung di Gedung Pertemuan SMP Ma’arif Nogotirto, Gamping, Sleman, Selasa (18/1/2022). Berdasar keterangan Kepala Sekolah SMP Ma’arif Gamping, Retna Isti Pratiwi di awal tahun 2022 ini sekolah menyelenggarakan…

Selengkapnya

Wakil Bupati Sleman Buka Penyelenggaraan Seni Tari Kuda Lumping

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan pementasan seni tari kuda lumping Turonggo Sakti di Dusun Murangan VII, Kalurahan Triharjo, Sleman, Minggu (16/1/2022). Danang Maharsa dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap karang taruna beserta seluruh pihak yang telah Kembali menyelenggarakan kegiatan seni tari kuda lumping yang sebelumnya sempat terhenti dikarenakan adanya kebijakan terkait pandemi…

Selengkapnya

Methal Sarean, Tradisi Bersih Makam Kalurahan Kepuharjo

Cangkringan – Masyarakat Kalurahan Kepuharjo memiliki tradisi rutin membersihkan makam yang dikenal dengan Methal Sarean. Methal memiliki arti memisahkan atau memutus, sedangkan sarean memiliki arti makam atau kuburan. Istilah ini muncul karena dulunya gundukan tanah makam banyak ditanami rumput yang menyatu dengan kuburan lainnya, sehingga untuk memisahkannya harus di-pethal. Tradisi tersebut yang dilakukan oleh Warga…

Selengkapnya

Memetri Wiji, Sanggar Budaya dan Budi Pekerti

Memasuki tahun 2022, Sanggar Pembinaan Budi Pekerti dan Pelestari Budaya Jawa Memetri Wiji menambah materi pelatihan para pesertanya dengan keterampilan karawitan. Sebelumnya, sanggar yang didirikan oleh Joko Saptono pada tahun 2012 tersebut telah mendapatkan materi tentang budi pekerti, termasuk unggah-ungguh dan tata krama, dan beberapa pelatihan budaya seperti menulis dan membaca aksara Jawa, tembang macapat,…

Selengkapnya
image_pdfimage_print