Pasbuja Kawi Merapi Gelar Gladhen Nulis Esai, Cerkak, dan Geguritan

Sleman – Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman menggelar Gladhen (pelatihan) Nulis Esai, Cerkak (Cerpen Bahasa Jawa), dan Geguritan (Puisi Jawa) di Aula Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman pada Sabtu (8/1/2022). Kegiatan yang terselenggara bekerja sama dengan Disbud Sleman ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari guru, mahasiswa, dan umum. Ita Kurniawati, Kepala…

Selengkapnya

Seni dan Budaya Donoharjo Menggeliat Kembali

Ngaglik – Pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 membawa banyak efek negatif bagi masyarakat. Adanya pembatasan-pembatasan aktivitas untuk mencegah penularan memberi dampak yang sangat terasa. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah seni dan budaya. “Banyak kegiatan terhenti.  Pementasan dan latihan tidak bisa dilakukan sehingga pengembangan seni budaya menjadi terhambat. Setelah vakum sekitar 2…

Selengkapnya

Restorasi Sosial Berbasis Bahasa Jawa

Sleman – Dalam rangka penguatan nilai-nilai kesetiakawanan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Sosial DIY sebagai lembaga yang bertanggungjawab mewujudkan kesejahteraan sosial menggelar kegiatan Restorasi Sosial Berbasis Bahasa Jawa di Aula Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (9/12/2021). Agus Setyanto, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos DIY menuturkan bahwa kegiatan ini dilakukan karena…

Selengkapnya

Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa

Sleman – Untuk menggali kearifan lokal berbasis budaya Jawa guna mewujudkan kesejahteraan sosial, Dinas Sosial DIY menggelar Sarasehan Restorasi Sosial di Balai Kalurahan Margokaton, Seyegan, Sabtu (4/12/2021).  Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Penghageng Parentah Hageng Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudhahadiningrat. Pada kesempatan tersebut, KPH Yudhahadiningrat menggarisbawahi mengenai urgensi Kalurahan Mandiri Budaya….

Selengkapnya

Mempertahankan Eksistensi Tari Tradisional di Tengah Generasi Milenial

Sleman – Teknologi digital yang semakin berkembang membuat eksistensi kesenian tradisional, terutama di kelompok milenial semakin tergeser posisinya. Hal tersebut dapat berakibat menyusutnya para pelaku seni di usia muda, sehingga ke depannya, kesenian tradisional dapat hilang secara perlahan. Hal tersebut yang menjadi alasan Sri Supeni untuk membuka Sanggar Tari Budaku yang berada di Perum Sukoharjo…

Selengkapnya
image_pdfimage_print